Home / OPINI

Sabtu, 28 Januari 2023 - 02:31 WIB

IKN DALAM SKEPTISISME

OPINI – Bus Damri yang biasa bolak balik mengangkut penumpang umum Balikpapan-Titik Nol IKN kini menghilang. Bus yang prakteknya juga lebih banyak yang kosong itu sementara atau selamanya telah dilarang. Konon mulai ada pembangunan di area Ibu Kota Nusantara sehingga tidak mudah untuk mengunjunginya.

Pembangunan IKN ? Jika kita melihat kondisi perjalanan Balikpapan-Penajam dan terparkir banyak Dump Truck di area sepertinya menunjukkan suasana “asal ada kegiatan pembangunan”. Tidak ada tanda-tanda akan membangun sebuah Ibu Kota. Membangun Ibukota Negara seharusnya “hebat” dan bukan main-main.

Ada beberapa indikasi yang memunculkan skeptisisme bakal sukses pembangunan dan perpindahan Ibu Kota Nusantara, yaitu :

Pertama, belum adanya investor besar yang serius siap menanamkan modalnya di daerah yang “bukan perkotaan” dan betul betul dari nol. Investor yang ada juga “kabur”. Jika dipaksakan menggunakan APBN maka dipastikan dana bakal ambrol dan proyek mubazir.

Baca Juga  MENYEDIHKAN, KETIKA HASIL KORUPSI DIJADIKAN “MODAL” UNTUK MERAIH KEKUASAAN

Kedua, pindah ibukota ke lokasi yang jauh tentu menjadi beban multi dimensional. Dari psikologis, politis hingga GEO-strategis. Migrasi pegawai pemerintahan pun menjadi persoalan tersendiri. Penghuni daerah elit Ibukota adalah mereka berekonomi kuat dan itu diprediksi bukan pribumi.

Ketiga, Presiden Jokowi sebentar lagi selesai masa jabatannya. Proyek “hawa nafsu” ini meski berbasis UU tetapi melekat dengan ambisi Presiden dan oligarki. DPR hanya berfungsi sebagai tukang stempel. Kelak dengan berhenti Jokowi maka berhenti pula proyeknya itu.

Keempat, bertentangan dengan sila pertama Pancasila yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Faktanya Jokowi meresmikan Kilometer Nol itu dengan nuansa mistik-mistik. Tanah dan air “kendi” yang diikuti dan diramaikan oleh para Jin. Itu menurut kesaksian dukun yang mampu menerawang.

Baca Juga  Israel Deklarasikan 74 Tahun Kemerdekaan Atau Penjajahan

Kelima, proyek IKN tidak didukung rakyat Indonesia. Bagaimana suatu pekerjaan besar di negera demokrasi yang ternyata tidak didukung oleh rakyatnya ? IKN adalah program pemerintahan Jokowi yang berbasis ambisi pribadi dan kroni. Halusinasi itu ingin diwujudkan dengan menutup aspirasi. Maunya sendiri.

IKN akan menjadi proyek gagal yang kelak akan ditinggal begitu saja. Lingkungan menjadi rusak. Hutan yang dihabisi. Uang negara pun dihambur-hamburkan untuk kegiatan yang tidak realistis dengan hambatan besar yang menghadang.

Suasana yang kini dirasakan adalah membangun Ibu Kota Negara itu seperti membuat sebuah Kompleks Perumahan. Di tebing yang terjal.

“Nafsu besar tenaga kurang.”

oleh M Rizal Fadillah 

(Penerhati Politik dan Kebangsaan) Bandung, 28 Januari 2023

Share :

Baca Juga

OPINI

Opini Guru Besar USK: Bendera Bintang Bulan Aceh dan Ujian Kepastian Hukum Negara

OPINI

Waktu Akan Membuktikan: Penjilat Pergi Saat Kepentingan Habis, yang Tulus Tetap Setia

OPINI

Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Spektrum dan Lanskap Polri Bersama Masyarakat dan Bhayangkara Negara

EDUKASI

Dari Penilaian ke Asesmen, dari Hukuman ke Disiplin Positif: Menguji Wajah Baru Pendidikan Indonesia

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum

OPINI

Untuk Para Pakar Yang Dianggap Goblok, Jangan Pernah Kapok

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW