Home / BERITA

Senin, 2 Januari 2023 - 18:36 WIB

Geuchik Gampong Babahlueng Dikeroyok Warga

ACEH UTARA – Geuchik Gampong Babahlueng Mustahuddin (37) mengalami luka parah hingga muntah darah akibat di keroyok 4 warganya di Gampong Setempat, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin (02/01/2023)

Aksi premanisme yang dilakukan oleh 4 orang berinisial JA, JB, A dan Y itu menyebabkan Mustahuddin harus mendapat perawatan di ruang IGD Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia Aceh Utara.

Selain mengalami memar di bagian rusuk sebelah kiri akibat terkena lemparan batu koral, jari kelingkingnya juga ikut terkilir.

Mustahuddin mengaku kelompok pelaku merasa tidak diberi jatah proyek anggaran dana desa sehingga membuat keonaran dalam pembangunan desa, sehari sebelumnya Minggu (01/01/22) pelaku juga memukul pekerja yang melaksanakan pembangunan proyek pengerasan jalan.

“Saat kejadian ada Personil Babinsa Koramil Kecamatan Buloh Blang Ara di lokasi kejadian”, papar Geuchik Babahlueng.

Lebih lanjut Geuchik Babahlueng meminta pihak penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap aksi tindakan kekerasan yang menimpa dirinya.

Baca Juga  Relawan PAS Aceh Timur Jemput Jenazah Warga Peulalu Yang Meninggal Di Batam

“Aksi mereka menjurus penghilangan nyawa”, papar Mustahuddin sambil menahan sakit bagian dadanya.

Menanggapi perihal pemukulan Geuchik Babahlueng yang dilakukan warganya sendiri, ketua Tuha 4 Saifunnur (34) menuturkan kepada Medialiterasi.id, permasalahan berawal dari kesalahpahaman warga terhadap geuchik dalam proyek penimbunan dan pelebaran jalan di desanya yang anggarannya bersumber dari dana desa, awalnya Saifunnur bersama Mustahuddin ingin meluruskan nya dengan warga setempat, bahkan ketua Tuha 4 mengatakan  dirinya bersama Geuchik sempat meminta solusi ke Babinsa sebelum terjadi pemukulan.

Menurut yang diketahui olehnya, ada sebagian warga yang tidak menyukai sikap Geuchik dalam menanggapi saran dari warga, namun dirinya tidak bisa merincikan siapa saja orang tersebut.

“Korslet ini terjadi bukan dalam hal proyek pembangunan jalan, tapi sikap Geuchik menantang warga”, ujarnya Ketua Tuha 4.

Ketua Tuha 4 itu mengatakan dirinya berada di lokasi kejadian, karena dirinya merupakan salah satu yang bekerja untuk memotong pepohonan, namun dirinya tidak mengetahui permasalahan apa yang dibicarakan sebelumnya antara pemukul dengan Geuchik, namun yang didengar kedua belah pihak saling beradu mulut sehingga terjadi pengeroyokan.

Baca Juga  Dandim 0103/Aceh Utara Jadi Pembina Upacara Bendera Di SMAN 1 Lhokseumawe

“Pengeroyokan itu terjadi lantaran sikap geuchik diduga sedikit arogan dalam menyingkapi warga. Pak Geuchik nunjuk – nunjuk itu biasa, secara kebetulan pak geuchik nunjuk dengan parang sehingga memancing emosi warga”,
ujar Saifunnur.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penggunaan parang di lokasi kerja merupakan hal yang lumrah sebagai alat untuk bekerja sedangkan dirinya justru menggunakan gergaji chainsaw untuk bekerja.

Saifunnur mengaku dirinya juga salah satu yang melerai pengeroyokan itu, bahkan mata juga terkena dedak kayu yang tersisa di baju kerjanya akibat menghadang salah satu warga yang berinisial YZ sehingga pelaku tidak sempat memukul korban.

“Saya hadang salah satunya, sehingga mata saya terkena sisa kayu yang ada di baju sendiri”, tutup ketua Tuha 4 Babahlueng.

Reporter : EK | Photo : Mustahuddin | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERITA

Hasil Ekshumasi dan Autopsi: Kematian Sutrimo Disebabkan Penyakit Jantung

BERANDA

Literasi Putusan MK: Denny Indrayana Persoalkan Ijazah SMA Gibran, KPU Akui Tak Verifikasi Penyetaraan

ACEH

VIRAL! Pengacara Aceh Ingatkan Seluruh Lelaki: Kasih Nafkah ke Istri Wajib Minta Kwitansi atau Bukti Transfer

BERANDA

Manuver Balasan Netanyahu: Siapkan Aduan ke ICC untuk Jerat Erdogan soal Pelanggaran HAM Kurdi

ACEH

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pengacara untuk Keluarga

ACEH

Kantor PT Bumi Flora di Aceh Timur Dibakar Massa, Kerugian Miliaran – Perusahaan Lapor Polisi

ACEH

Resmi! Persiraja Banda Aceh Tunjuk Muhammad Ridwan Sebagai Pelatih Kepala Baru

ACEH

Bangunan di Kompleks PT Bumi Flora Aceh Timur Terbakar, Polisi Turun ke Lokasi