Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / MANACANEGARA / POLITIK

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:36 WIB

“Gazanisasi Lebanon”: Mengapa Komunitas Internasional Gagal Hentikan Eskalasi Israel di Lebanon Selatan

MEDIALITERASI.ID | BEIRUT — Serangan udara dan artileri Israel ke Lebanon selatan terus berlanjut meski kecaman internasional menguat. Pengamat menyebut pola serangan ini sebagai “Gazanisasi Lebanon” – upaya mengurangi populasi dan infrastruktur di wilayah perbatasan mirip yang terjadi di Jalur Gaza. Namun hingga kini, komunitas internasional belum mampu menghentikan eskalasi tersebut.

Analis dan akademisi menyoroti 6 faktor utama yang membuat tekanan global belum efektif menghentikan operasi militer Israel di Lebanon:

1. Absennya Aksi Tegas Internasional  

Nader Hashemi, Profesor Madya Urusan Timur Tengah di Universitas Georgetown AS, menilai tidak ada negara yang secara politik bersedia menekan Israel secara langsung. “Semua laporan dari media kredibel dan organisasi HAM akurat – ini adalah kebijakan Israel untuk mengurangi populasi Lebanon selatan,” kata Hashemi kepada Al Jazeera, 7/6/2026.

2. Dukungan Militer AS ke Israel 

Hashemi menyebut AS terus mempersenjatai Israel sehingga mampu melancarkan serangan intens di Lebanon selatan seperti di Gaza. “Tidak ada negara Muslim atau Arab yang mengancam putus hubungan diplomatik. Jadi tidak ada batasan bagi Israel untuk melanjutkan cara tidak terkendali ini,” ujarnya.

Baca Juga  Kontingen Polri Raih 45 Medali di World Police and Fire Games 2025

3. Jalan Buntu Perundingan 

Analis Lebanon Joe Macaron menilai kebuntuan saat ini tidak berkelanjutan. Penyelesaian butuh dua jalur: kerangka kerja jelas dari AS dan terobosan dialog antara pejabat Lebanon dengan Hizbullah. “Israel tidak bisa paksa melucuti Hizbullah. Harus ada terobosan, baik dalam pembicaraan AS-Iran atau dialog internal Lebanon,” kata Macaron.

Serangan Israel pagi ini yang menewaskan 1 brigadir jenderal dan 2 prajurit Lebanon disebut Macaron telah merusak retorika pemerintah Beirut soal gencatan senjata.

4. Tidak Ada Solusi Tunggal

Macaron menyebut ada dua kubu tarik-menarik: kubu yang ingin negosiasi langsung Israel-Lebanon lewat mediasi AS, dan kubu yang mengaitkan nasib Lebanon dengan pembicaraan AS-Iran. “Keduanya benar dan salah sekaligus. Lebanon bukan tiba-tiba jadi alat tawar. Intervensi eksternal sudah lama terjadi,” jelasnya.

5. Fokus Kesepakatan Hanya ke Hizbullah  

Ali Rizk, analis keamanan di Beirut, menilai draf kerangka kerja yang ditolak Hizbullah lebih mirip proyek pelucutan senjata ketimbang gencatan senjata. “Banyak klausul menarget Hizbullah, merujuk pernyataan Menlu AS Marco Rubio yang menyebut Hizbullah musuh Lebanon. Tapi bungkam soal kewajiban Israel,” kata Rizk.

Baca Juga  Belasan Pelaku Tawuran yang Mempersenjatai Diri dengan Senapan Angin dan Sajam Diringkus Polisi

6. Israel Dinilai “Tak Tersentuh”

Rizk menambahkan, draf kesepakatan hanya menuntut Hizbullah mundur dan hentikan tembakan, tanpa mengatur penarikan pasukan Israel dari wilayah yang masih diduduki. “Jelas ini tindakan sepihak yang menarget kelompok tertentu. Wajar jika Hizbullah menolak keras,” ujarnya.

Situasi Terkini

Hingga Minggu 7/6/2026, bombardir Israel di Lebanon selatan belum berhenti. PBB dan sejumlah negara sudah menyerukan de-eskalasi, namun belum ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat secara hukum untuk menghentikan serangan.

Pakar sepakat: tanpa tekanan politik dan militer yang seimbang ke kedua pihak, ditambah kerangka negosiasi yang diterima Lebanon-Hizbullah-Israel, “Gazanisasi Lebanon” berisiko berlanjut. (AYD)

Catatan Redaksi:

Istilah “Gazanisasi” digunakan sebagai kutipan dari analisis akademisi dan media. Kami menyajikan berbagai sudut pandang – akademisi AS, analis Lebanon, dan analis keamanan Beirut – tanpa mengambil sikap. Fakta korban, lokasi serangan, dan perkembangan diplomatik akan diperbarui sesuai rilis resmi UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan IDF.

Share :

Baca Juga

ACEH

122 Peserta Didik TKN Pembina Julok Dilepas

ACEH

Program Medco EP Malaka: Warga Aceh Timur Mandiri Pangan Lewat Kebun Sayur Pekarangan

ACEH

Tim Tenis Polres Aceh Timur Raih Juara 3 Kejuaraan Tenis Kapolda Cup dalam Semarak Hari Bhayangkara ke-80

BERITA

Dua dari Tiga Terduga Kasus Kematian Lansia di Aceh Utara Diamankan Polres Lhokseumawe

BERANDA

Veda Ega Kena Long Lap Penalty, Misi Bangkit di Moto3 HungarianGP Makin Berat

BERANDA

WASPADA! Modus “Telepon Hening” Incar Warga Jakarta, Kominfo: Jangan Bilang “Halo” Dulu

ACEH

Kapolsek Pantee Bidari Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Puting Beliung di Aceh Timur

ACEH

DRAMA PENALTI! SMA N 1 Idi Rayeuk Kunci Mahkota Piala Bupati Al-Farlaky 2026