MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Aceh Utara mengapresiasi respons cepat Bupati Aceh Utara, Ayah Wa, dalam menangani bencana banjir dan longsor yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh Utara.
Ketua DPW Muda Seudang Aceh Utara, Jadidan, menilai langkah sigap pemerintah daerah dengan kehadiran langsung Bupati bersama jajaran di lapangan menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan hadir di tengah masyarakat saat kondisi darurat.
Menurut Jadidan, sejak awal terjadinya bencana, Bupati Aceh Utara turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan pengungsi dan warga terdampak berjalan maksimal dan menyeluruh. Penanganan tersebut meliputi pendataan korban, penyaluran bantuan logistik, serta koordinasi lintas instansi yang dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan.
“Respons cepat ini sangat penting untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Kehadiran pemerintah di lapangan memberi rasa aman dan kepastian bagi warga,” ujar Jadidan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak seperti organisasi nonpemerintah (NGO), lembaga amal, relawan, serta elemen masyarakat yang bersinergi di bawah koordinasi pemerintah daerah menjadi kunci percepatan evakuasi dan pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, membenarkan bahwa bencana yang terjadi di wilayah Aceh Utara meliputi banjir dan longsor dengan dampak yang sangat luas.
“Bencana banjir dan longsor ini berdampak hampir 90 persen wilayah Aceh Utara, yang mencakup 27 kecamatan dan 852 gampong,” ujar Muntasir saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara adalah menetapkan status siaga bencana serta mengoptimalkan seluruh sumber daya agar siaga penuh dan fokus pada evakuasi, pencarian, dan penyelamatan warga, serta pendistribusian logistik ke lokasi-lokasi pengungsian.
Menurut Muntasir, sejak penetapan status siaga bencana, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pengungsi, menyalurkan bantuan logistik, sekaligus memimpin proses evakuasi dan penyelamatan warga terdampak banjir.
Terkait bantuan, ia menyebutkan pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya beras, minyak goreng, lauk pauk, ikan sarden, makanan cepat saji, air mineral, susu, popok bayi, pakaian layak pakai, hingga tenda pengungsian.
“Seluruh OPD dikerahkan sejak awal bencana hingga saat ini untuk membantu pendataan serta pemulihan dampak banjir,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muntasir Ramli menyampaikan bahwa secara umum situasi sudah dalam kondisi terkendali. Hal tersebut berdasarkan hasil rapat evaluasi penanganan tanggap darurat bencana banjir yang dihadiri dan direkomendasikan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah secara resmi menetapkan masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana banjir selama satu bulan, terhitung sejak 6 Januari hingga 5 Februari 2026,” pungkasnya.
Di sisi lain, Jadidan berharap penanganan bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata. Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat mitigasi bencana, termasuk perbaikan infrastruktur, edukasi kebencanaan, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, mengingat Aceh Utara merupakan wilayah rawan bencana.
Di akhir pernyataannya, DPW Muda Seudang Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang berpihak kepada kepentingan rakyat serta menghadirkan solusi nyata dalam menghadapi tantangan kebencanaan ke depan. (EQ)







