Home / BERITA / HUKUM

Senin, 17 Februari 2025 - 19:27 WIB

Dipanggil Tipidkor, Ainur Rahman Beberkan Skema Dugaan Korupsi BSPS Sumenep

SUMENEP |MEDIALITERASI.ID Aktivis sekaligus Tiktoker Kota Keris, Ainur Rahman, memenuhi panggilan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Sumenep terkait dugaan korupsi dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Sumenep.

Dalam pemeriksaannya, Ainur menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Ainur Rahman tiba di Mako Polres Sumenep didampingi Pemimpin Redaksi SuaraMadura.id dan News9. Ketiganya langsung menuju ruang pemeriksaan di Unit Tipidkor Polres Sumenep.

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam, Ainur memberikan keterangan kepada awak media mengenai alasan pemanggilannya.

“Tadi kurang lebih tiga jam saya bersama rekan-rekan pimpinan redaksi media Suara Madura dan News9 memberikan keterangan terkait dugaan pemotongan anggaran BSPS Sumenep,” ujarnya, dikutip dari SuaraMadura.id, Senin (17/2).

Ainur mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaannya, ia menjelaskan pola pemotongan anggaran, besaran nominal yang diduga dikorupsi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Ada lima nama yang saya sampaikan kepada penyidik yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini, termasuk Koordinator Kabupaten (Korkab) BSPS Sumenep, Rizky Pratama,” ungkapnya.

Selain Rizky Pratama, Ainur juga menyebutkan beberapa nama lain dengan inisial.

“Saya sebut inisial saja ya. Ada RZ, RY, AH, dan MY, yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam kasus ini,” bebernya.

Ia menjelaskan bahwa RY diduga bertindak sebagai perpanjangan tangan Korkab, sementara AH merupakan kepanjangan tangan MY, yang disebut sebagai anggota dewan dari partai berlambang mercy. MY sendiri diduga menjadi kepanjangan tangan dari aspirator di tingkat lebih tinggi.

Baca Juga  Jerat Judi Online di Luar Negeri, IPNU Sumut Peringatkan Bahaya TPPO terhadap Generasi Muda

Meski demikian, Ainur menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sampai semua fakta dapat dibuktikan oleh penyidik.

“Mari kita beri ruang bagi rekan-rekan penyidik untuk bekerja secara profesional. Yang terpenting, bukti permulaan sudah disampaikan dan kami rasa sudah cukup memenuhi unsur,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Tipidkor Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait pemanggilan Ainur Rahman dan perkembangan penyelidikan dugaan korupsi BSPS Sumenep. (Zi)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

BERANDA

Diaspora Aceh: Dari Pengungsi Konflik hingga Akademisi Dunia, Mengapa Mereka Merantau?

BERANDA

Diskualifikasi Uriarte Guncang Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Untung, Tapi FIM Steward Dinilai Telat & Tak Transparan

ACEH

Ulama Aceh Timur Desak Mahkamah Syar’iyah Terapkan Syariat Kaaffah: Mediasi, Wali, Iddah dan Nasab Jadi Kunci

BERANDA

Prediksi Portugal vs RD Kongo 18 Juni: Ronaldo Cs Diunggulkan Raih 3 Poin Perdana Grup K Piala Dunia 2026

ACEH

Bunda PAUD Julok Hadiri Pelepasan Peserta Didik KB Zaky Rahmi Labuhan

ACEH

61 Kombatan KPA Linge Teken Mosi, Desak Mualem Evaluasi Panglima Bener Meriah
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – MALITA Foundation menyelenggarakan diskusi ilmiah daring Academic Talk Part 2 bertajuk “Menakar Kesiapan Koperasi Merah Putih di Serambi Mekkah” pada Minggu (14/6/2026) malam.

BERITA

Diskusikan Koperasi Merah Putih di Aceh, MALITA Foundation Soroti Kekosongan Pergub LKS