Home / BERITA / HUKUM

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:53 WIB

Dinilai tidak Transparan ; Aktivis ALARM Pertanyakan Kinerja Kadinsos Sumenep

Foto. Andriyadi Devisi Advokasi dan Kebijakan Publik Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM). 

SUMENEP, — Hingga saat ini, rumah warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) belum dipasangi labelisasi. Hal tersebut terbukti penerima di berbagai kecamatan baik daratan maupun kepulauan membenarkan belum adanya program tersebut.

Pemasangan labelisasi yang menjadi kewenangan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), melalui pendamping PKH masing-masing untuk menghindari terjadinya pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran hanya menjadi kisi-kisi sejak tahun 2020 hingga tahun 2024 ini.

“Pelabelan itu dilakukan terhadap penerima PKH untuk memastikan bahwa orang tersebut benar-benar layak menerima bantuan PKH, namun faktanya program tersebut sampai saat ini tidak terealisasi sehingga menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran”, Jelasnya Andriyadi, Aktivis Aliansi pemuda Reformasi melawan (ALARM) kepada media ini, Sabtu 13 Januari 2023.

Menurutnya, Pemasangan labelisasi (Sticker) di rumah penerima PKH bertujuan untuk menciptakan transparansi penerima PKH, entah kenapa Dinas sosial P3A kabupaten sumenep hingga saat ini tidak melakukan itu.

“Jangan-jangan program labelisasi tersebut tidak dilakukan meskipun sudah ada anggaran melalui APBD 2023 untuk menutupi penerima dan menutup kran Transparansi?”, Pungkasnya.

Padahal, lanjut andre sapaan akrabnya bahwa labelisasi PKH untuk menghindari bantuan yang tidak tepat sasaran. Sehingga membuka peluang bagi masyarakat luas untuk menilai keluarga mana yang layak melalui labelisasi itu.

Baca Juga  Empat Tersangka Penganiayaan Suporter Ditangkap Usai Final AFF U-23

Belum lagi persoalan berbagai Bantuan, salahsatunya BLT DBHCHT sejak 2022 hingga 2023 tidak ada transparansi penerima.

Terbukti bantuan yang lebih diprioritaskan kepada buruh tani dan Buruh pubrik diduga di realisasikan tidak tepat sasaran, hal tersebut disampaikan Salahsatu petani tembakau asal moncek timur kecamatan Lenteng yang sudah bertani tembakau sejak 2015 hingga sekarang belum menerima bantuan apapun, “ucapnya.

Baca Juga  Dua Korban Tanah Longsor di Kabupaten Bener Meriah Berhasil Ditemukan

Ditambahkan, pihaknya menghimbau kepala Dinas Sosial P3A sumenep untuk segera merealisasikan program tersebut serta Transparan terhadap data penerima bantuan, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN.

Ia menilai, sejak kepemimpinan Achmad Dzulkarnaen sebagai kepala Dinsos P3A tidak ada sama sekali yang namanya transparansi, akuntabilitas dan proporsional dalam melakukan tugas-tugas kedinasan, kalau ini di biarkan oleh Bupati Sumenep, maka jelas sumenep kekurangan SDM yang lebih memiliki gagasan dan pemikiran serta inovasi aktual.

Sehingga disadari atau tidak, salahsatu faktor tingginya tingkat kemiskinan di sumenep adalah tidak tepatnya sasaran Bantuan Sosial (Bansos), “Tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Sumenep hingga berita ini dinaikkan belum ada respon meskipun chat pewarta terlihat dibaca dan ditelfon melalui akun whatsappnya juga tidak diangkat. (Mif)

Share :

Baca Juga

BREAKING NEWS

Tolak Damai Meski Diancam, Orang Tua Korban Dugaan Pelecehan Seksual Tempuh Jalur Hukum

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

ACEH

Spanyol Tundukkan Prancis 2-0, Oyarzabal dan Porro Antar ke Final

ACEH

31 Kasus Kekerasan Anak dalam Enam Bulan, Bupati Al Farlaky Siapkan Langkah Pencegahan dan Rumah Aman