Home / INTERNASIONAL / OLAHRAGA

Senin, 9 November 2026 - 00:15 WIB

Dari P14 ke P4: Bedah Lap per Lap Comeback Gila Veda Ega Pratama di Moto3 Qatar 2026

Veda Ega Prtaama comeback luar biasa dengan finis keempat usai start ke-14 dalam Moto3 Qatar 2026. (Arsip Honda Team Asia)

Double Overtake di 2 Tikungan Terakhir! Kisah Lengkap Perjuangan V9 dari P14 Hingga P4 di Lusail

MEDIALITERASI.ID | LUSAIL – Jika ada definisi balapan comeback, inilah dia. Minggu malam, 8 November 2026, di Sirkuit Lusail, Qatar, Veda Ega Pratama membuktikan mengapa ia disebut sebagai salah satu rookie paling berani di Moto3 musim ini.

Start dari posisi ke-14 karena penalti turun 6 grid, finish di posisi ke-4. Naik 10 posisi dalam 16 lap. Dan yang paling gila, 2 posisi terakhir direbut hanya dalam 2 tikungan terakhir!

Ini bukan sekadar balapan. Ini adalah pertarungan lap per lap yang akan dikenang.

HASIL AKHIR MOTO3 QATAR 2026:

1. David Almansa – Liqui Moly Dynavolt Intact GP

2. Adrian Fernandez – Leopard Racing

3. Maximo Quiles – CFMOTO Gaviota Aspar Team

4. Veda Ega Pratama – Honda Team Asia – +5,653 detik

SEBELUM START: MISI MUSTAHIL

Veda sebenarnya kualifikasi di posisi ke-8. Tapi ia harus menerima hukuman penalti turun 6 posisi grid. Akibatnya, ia harus start dari baris kelima, P14, di tengah rombongan.

Di depan, David Almansa yang start dari pole langsung diunggulkan. Di belakang Veda, tekanan besar. Jika ia terlalu agresif di awal, ia bisa jatuh. Jika terlalu hati-hati, ia akan tertinggal jauh dari rombongan depan.

Pilihan Veda: Agresif tapi tenang.

LAP 1 – 3: AWAL YANG MELEDAK

Lampu padam, 16 lap dimulai.

Almansa langsung melesat dan tak tersentuh sejak start hingga finish. Ia benar-benar mendominasi balapan ini.

Di belakangnya, perebutan P2 langsung panas antara Adrian Fernandez dan Maximo Quiles, sang juara dunia Moto3 2026.

Sementara itu, di tengah, Veda langsung tancap gas. Dari P14, ia naik ke P11 di awal balapan. Dan di akhir lap pertama saja, Veda sudah menembus Top 10!

Ini start yang luar biasa. Banyak pembalap lain justru melorot. Tapi Veda, seperti biasa, justru semakin panas saat balapan dimulai.

LAP 4 – 7: MASUK ROMBONGAN DEPAN

Di lap-lap ini, Veda mulai stabil di rombongan kedua. Ia tidak lagi balapan sendirian. Ia mulai menempel rombongan yang memperebutkan P4 hingga P7.

Di depan, Almansa sudah mulai membuat jarak. Fernandez dan Quiles masih bertukar posisi untuk P2.

Di belakang mereka, ada nama-nama besar: Alvaro Carpe, Joel Kelso, dan Hakim Danish dari Malaysia yang juga ikut memperebutkan finis 4 besar.

Baca Juga  Dikawal Militer AS, Pengiriman LNG Qatar Lewat Selat Hormuz Cetak Rekor Tertinggi Sejak Perang Pecah

Veda tahu, untuk naik podium, ia harus melewati mereka semua. Tapi ia tidak terburu-buru. Ia menyimpan ban. Ia menunggu.

LAP 8 – 10: PERANG MENTAL

Memasuki pertengahan balapan, kondisi mulai berubah. David Munoz, rekan setim Almansa, harus menjalani 3 kali Long Lap Penalty. Ia akhirnya finish P8.

Veda masih di sekitar P7-P6. Ia mulai membaca kelemahan lawan. Carpe terlihat mulai kehilangan kecepatan di tikungan cepat. Kelso terlihat agresif tapi ban belakangnya mulai habis.

Di fase ini, Veda tidak melakukan manuver nekat. Ia hanya menempel. Menempel ketat. Memberi tekanan psikologis. Inilah ciri khas pembalap matang, bukan pembalap yang hanya mengandalkan keberanian.

LAP 11 – 13: SERANGAN PERTAMA

Memasuki lap ke-11, momen penting terjadi. Veda yang menempel ketat Joel Kelso, berhasil memangkas jarak dengan Alvaro Carpe yang ada di posisi ke-4.

Satu putaran kemudian, lap ke-12, Veda sukses menyalip Carpe! Ia naik ke P5.

Tapi perjuangan belum selesai. Kelso melebar di satu momen, dan Veda sempat naik ke P4 saat 5 lap tersisa. Namun, posisi itu kembali direbut. Balapan kembali ketat.

Di lap 13-14, Veda, Carpe, dan Kelso terlibat perebutan finis keempat yang sangat ketat. Mereka saling salip. Salip-menyalip dalam jarak kurang dari 1 detik.

LAP 15: MENAHAN EMOSI

Satu lap sebelum finish, Veda berada di P6, di belakang Carpe dan Kelso.

Banyak pembalap muda di posisi ini akan panik. Akan memaksakan diri menyalip di tempat yang tidak mungkin, dan akhirnya jatuh.

Tapi Veda tidak. Ia tetap tenang. Ia tahu, 1 lap terakhir di Lusail adalah soal siapa yang paling pintar memanfaatkan slipstream di trek lurus panjang, dan siapa yang paling berani mengerem paling lambat di tikungan terakhir.

LAP 16 – LAP TERAKHIR: DOUBLE OVERTAKE LEGENDARIS

Inilah lap yang akan dibicarakan semua orang.

Veda masuk ke sektor terakhir dalam posisi ke-6. Di depannya, Carpe P4, Kelso P5. Di belakangnya, Hakim Danish yang juga mengincar P4.

Tinggal 2 tikungan menuju garis finish.

Di tikungan itu, Veda melakukan manuver yang oleh MotoGP.com disebut sebagai “fantastic moves”.

Ia mengerem lebih lambat dari Carpe. Ia masuk dari dalam. Ia melewati Carpe. Tanpa jeda, ia langsung mengambil sisi dalam lagi untuk melewati Kelso!

Baca Juga  SIU! Saya Kembali!” Ronaldo Hattrick Rekor, Bawa Portugal Pesta 5-0 di Piala Dunia 2026

Double Overtake! Dua lawan dilewati dalam satu sektor!

Veda melintasi garis finish di P4! Carpe harus puas P5, Kelso P6.

Hakim Danish, pembalap Malaysia yang juga memperebutkan P4, justru melebar di lap terakhir dan harus puas finish P7.

Dari P7 ke P4 hanya dalam 1 lap terakhir. Itulah yang ditulis akun resmi MotoGP: “Veda Pratama went from P7 to P4 in just the last lap after these fantastic moves.”

ANALISIS: KENAPA VEDA BISA SEHEBAT INI?

1. Manajemen Ban yang Dewasa

Veda tidak menghabiskan ban di 5 lap pertama. Ia menyimpan ban untuk 3 lap terakhir, saat lawan-lawannya sudah habis. Itulah kenapa di lap terakhir ia masih bisa mengerem paling lambat.

2. Mental Juara

Start P14 itu berat secara mental. Banyak pembalap akan menyerah dan berpikir, “Ah, paling P8 saja.” Veda tidak. Ia percaya ia bisa P4, bahkan podium. Mental inilah yang membuatnya tidak panik saat P6 di lap terakhir.

3. Keahlian Slipstream di Lusail

Lusail terkenal dengan trek lurus panjang 1,068 meter. Veda memanfaatkan slipstream dengan sempurna. Ia tidak memimpin rombongan di awal, ia membiarkan lawan memecah angin, lalu ia menyalip di akhir.

4. Pengalaman dari Malaysia

Pekan sebelumnya di Malaysia, Veda juga melakukan comeback dari belakang hingga podium 2. Pengalaman itu membuatnya semakin percaya diri.

DAMPAK KLASEMEN:

Finish P4 memberikan tambahan 13 poin bagi Veda. Dengan bekal 131 poin sebelum Qatar, kini ia mengoleksi 144 poin.

Veda naik ke peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026, menggeser Marco Morelli ke peringkat ke-7 dengan keunggulan 3 poin.

Ini adalah posisi terbaik Veda sejauh ini di musim debutnya yang luar biasa.

APA SELANJUTNYA?

Ronde 21 Kejuaraan Dunia Moto3 2026 akan digelar di Grand Prix Portugal pada 20-22 November mendatang.

Jika Veda bisa mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan menutup musim debutnya di 5 besar dunia. Dan yang lebih penting, ia sudah membuktikan bahwa penalti, start belakang, dan tekanan, tidak bisa menghentikan V9.

Malam ini, di Rilex Time, kita semua menyaksikan Veda dari P14. Kita semua tegang. Kita semua berdoa.

Dan Veda menjawab doa itu dengan double overtake di 2 tikungan terakhir.

Dari Aceh, dari Indonesia, via medialiterasi.id, kita bilang: Terima kasih, Veda! Gas terus, V9!

Penulis: Saiful Amri | Editor: Ayahdidien

Share :

Baca Juga

INTERNASIONAL

VEDA EGA PRATAMA DI SIRKUIT LUSAIL, QATAR – DARI ANAK ATC SAMPAI BINTANG MOTO3

BUDAYA

Viral! Atraksi Sembur Api Iringi Lagu Aceh Kuthiding di Johor Malaysia, Penonton Karnival Jom Heboh 1 November 2026 Histeris

INTERNASIONAL

Terseret Duel Veda Ega vs Hakim Danish, Alvaro Carpe Gagal Kejar Quiles di Sepang

INTERNASIONAL

Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih di Sepang, Start P8 Finish P2 Podium Terbaik Sepanjang Karir

HUKUM

Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh, 7 Orang Ditangkap di China – Terancam Hukuman Mati

INTERNASIONAL

Tragis! Pastor di Ekuador Meninggal Tertimpa Salib Saat Khotbah Tentang Kematian

ACEH

ABEH UBEE ABEH: Slogan Persiraja yang Harus Dibuktikan di Atas Lapangan, Bukan Sekadar Tulisan

HUKUM

PERANCIS MEMBARA: Gedung Bersejarah 143 Tahun Dibakar Amuk Massa, Menara Jam Runtuh di Tengah Demo Biaya Hidup