MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Jaringan internasional di balik pabrik sabu “Blue Ice” 1,2 ton di Kabupaten Pidie, Aceh, mulai terungkap. Otoritas China memastikan telah menangkap tujuh orang tersangka yang terkait langsung dengan laboratorium narkotika raksasa tersebut.
Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC), Lan Weihong, usai bertemu Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
“Kalau pihak Tiongkok sudah menangkap tujuh orang di Tiongkok,” kata Weihong.
Weihong menegaskan, ketujuh tersangka akan menjalani proses hukum di negaranya. Ia mengingatkan, hukum narkotika di China termasuk yang paling tegas di dunia.
“Di Tiongkok memang hukum terhadap baik pembuatan maupun pengedaran narkotika itu sangat tegas dan sangat ketat. Paling ketat bisa sampai hukum mati,” ungkap dia.
Diselidiki Sejak Oktober 2025, Lewat Segitiga Emas
Weihong mengungkapkan, otoritas Tiongkok telah menyelidiki jaringan penyelundupan narkotika lintas negara ini sejak Oktober 2025.
Penyelidikan bermula ketika otoritas pengendalian narkotika Tiongkok menemukan petunjuk penting mengenai kelompok kejahatan yang menyelundupkan narkotika cair melalui wilayah Segitiga Emas: Myanmar, Thailand, dan Laos.
“Dan dengan penyelidikan selama satu tahun yang intensif, memang kami sudah mengetahui kondisi kelompok kejahatan ini sudah mengirimkan narkotika cair dari daerah Myanmar, Thailand, Laos, sudah beberapa kali melakukan penyelundupan dan pengiriman ke Indonesia,” kata Weihong.
Berawal dari Intelijen China, Dieksekusi BNN
Pada September 2026 atau sebelum Suyudi menjabat Kapolri, NNCC kemudian menyampaikan informasi intelijen strategis mengenai jaringan tersebut kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Kedua negara sepakat bekerja sama, dengan dukungan dari kepolisian Malaysia. Hasilnya, pada 21 Oktober 2026, BNN berhasil membongkar laboratorium sabu raksasa di Aceh dan menyita barang bukti sabu siap edar seberat 1,2 ton.
“Dan dengan dukungan dari NNCC Tiongkok dan juga dari bagian pengendali narkotika polisi Malaysia, pada 21 Oktober, BNN Indonesia sudah membongkar satu laboratorium sabu yang besar di Aceh dan menyita 1,2 ton sabu,” ungkap Weihong.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto juga mengakui ada andil besar otoritas China di balik pengungkapan kasus pabrik sabu terbesar dalam sejarah di Aceh tersebut.(*)







