MEDIALITERASI.ID | NABIRE, PAPUA TENGAH – Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Provinsi Papua Tengah menggelar penyalaan seribu lilin sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan duka atas wafatnya Ketua Dewan Adat Bangsa Papua, Mananwir Yan Pieter Yarangga, yang meninggal dunia pada 2 November 2026. Almarhum diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Bangsa Papua sejak 2011 hingga 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat KAPP Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Nabire, pada Kamis, 5 November 2026, dan dihadiri pengurus KAPP Papua Tengah serta perwakilan dari delapan kabupaten di wilayah tersebut.
Suasana haru menyelimuti kegiatan yang diisi dengan doa bersama dan penyampaian pesan penguatan bagi keluarga besar almarhum serta masyarakat Papua.
Dalam kesempatan itu, Hamba Tuhan Nikolaus Degei, S.Th., M.H., dosen STT Walter Post II Nabire, menyampaikan ungkapan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan rohani kepada para peserta yang hadir.
Nikolaus mengatakan, kepergian Mananwir Yan Pieter Yarangga merupakan bagian dari kehendak Tuhan dan menjadi duka bagi masyarakat Papua.
Ia mengutip Kitab Yeremia 1:5 yang menyebutkan bahwa setiap manusia telah dikenal dan memiliki rencana dalam kehidupan yang telah ditentukan Tuhan.
Menurut Nikolaus, almarhum merupakan sosok pemimpin yang selama menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Bangsa Papua telah memberikan perhatian dan pengabdian bagi masyarakat, tanah, serta alam Papua.
“Kepergian almarhum merupakan duka besar bagi seluruh bangsa Papua. Namun, kita harus percaya bahwa Tuhan tetap memberikan kekuatan kepada kita untuk melanjutkan perjuangan dan amanat yang telah ditinggalkan,” ujar Nikolaus.
Nikolaus menjelaskan, penyalaan seribu lilin tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada almarhum, tetapi juga sebagai bentuk refleksi iman dan komitmen untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.
Ia mengaitkan makna penyalaan lilin tersebut dengan Ayub 29:3 tentang terang pelita Tuhan yang menjadi penerang dalam perjalanan kehidupan manusia.
Menurutnya, meskipun Mananwir Yan Pieter Yarangga telah berpulang, semangat, visi, dan pengabdian yang ditinggalkan harus tetap dilanjutkan oleh generasi penerus.
“Kami menyatakan di hadapan Tuhan, bangsa Papua, tanah Papua, masyarakat Papua, dan seluruh unsur yang ada bahwa kami siap melanjutkan amanat yang telah ditinggalkan oleh almarhum,” katanya.
Ia juga mengajak pengurus KAPP dan Dewan Adat Papua Tengah untuk tetap menjaga persatuan serta menjalankan tanggung jawab organisasi dengan penuh hikmat dan tanggung jawab.
Dalam doa bersama, Nikolaus turut mendoakan agar Tuhan memberikan kekuatan dan penyertaan kepada pengurus KAPP dalam menjalankan amanat organisasi. Ia juga menyampaikan doa bagi keluarga almarhum agar diberikan penghiburan dan ketabahan.
Sementara itu, perwakilan pengurus KAPP Provinsi Papua Tengah menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga besar Mananwir Yan Pieter Yarangga.
“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum Bapak Mananwir Yan Pieter Yarangga selaku Ketua Dewan Adat Bangsa Papua. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberikan penghiburan, perlindungan, dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar perwakilan KAPP.
KAPP Papua Tengah juga berharap kepemimpinan yang akan melanjutkan posisi almarhum nantinya dapat menjadi sosok yang mampu meneruskan pengabdian serta memberikan manfaat bagi masyarakat Papua.
Kegiatan penyalaan seribu lilin tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus penyerahan perjalanan organisasi dan amanat almarhum kepada Tuhan.
KAPP Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa wafatnya Mananwir Yan Pieter Yarangga bukan menjadi akhir dari nilai pengabdian yang telah diwariskan, melainkan menjadi motivasi bagi generasi penerus untuk menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan bagi masyarakat Papua. (Rex Andru Sapau)







