Medialiterasi.id – Guayaquil | Dunia Katolik berduka. Seorang pastor yang tengah menyampaikan pesan tentang kematian, waktu, dan hubungan manusia dengan Tuhan, justru menghembuskan napas terakhirnya dengan cara yang tragis di altar.
Pastor Patricio Alfredo Sánchez Molinari, 53 tahun, meninggal dunia pada Sabtu, 17 Oktober 2026, setelah sebuah salib kayu berukuran besar jatuh dan menimpa kepalanya saat memimpin Misa Kudus yang disiarkan langsung (live streaming) di Gereja Our Lady of Perpetual Help (Gereja Bantuan Abadi), Guayaquil, Ekuador.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar 27 menit setelah misa dimulai. Dalam rekaman live yang kini viral, Pastor Sánchez terlihat berdiri di belakang altar, menghadap umat. Tiba-tiba, salib besar yang tergantung di dinding belakang altar terlepas dan jatuh tepat ke arahnya. Ia tidak sempat menghindar.
Jeritan histeris umat terdengar, “Padre! Padre!” Umat berlari ke altar meminta bantuan dan memanggil ambulans. Misa pun berhenti seketika.
Dikonfirmasi Keuskupan Agung Guayaquil
Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Keuskupan Agung Guayaquil. Kardinal sekaligus Uskup Agung Guayaquil, Luis Gerardo Cabrera Herrera, mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu, 18 Oktober 2026.
“Kami mengumumkan bahwa Pastor Patricio Alfredo Sánchez Molinari yang kami kasihi, yang melayani sebagai pastor paroki Gereja Perpetual Help di Vikariat Pusat, telah berpulang ke Rumah Bapa untuk menikmati kehadiran dan kemuliaan-Nya,” demikian pernyataan resmi Keuskupan Agung Guayaquil.
Pihak Keuskupan menutup pernyataan dengan doa: “Requiem aeternam dona ei, Domine. Et lux perpetua luceat ei. Requiescat in pace. Amen.”
Siapa Pastor Patricio Sánchez Molinari?
Pastor Patricio merupakan anggota Kongregasi Sang Penebus Mahakudus atau Congregation of the Most Holy Redeemer (CSsR), yang dikenal sebagai Redemptoris. Ordo religius Katolik ini didirikan oleh Santo Alfonsus Liguori pada tahun 1732 dan kini memiliki kehadiran pelayanan di 80 negara di dunia, dengan fokus melayani kaum miskin dan terpinggirkan.
Sebelum bertugas di Guayaquil, Pastor kelahiran Cuenca ini sempat melayani selama bertahun-tahun di Paroki San Lorenzo, Vinces, Provinsi Los Ríos. Paroki tersebut juga menyampaikan duka mendalam atas kepergiannya.
Ironisnya, sehari sebelum tragedi, tepatnya pada 16 Oktober, Keuskupan Agung baru saja memberikan ucapan selamat atas ulang tahun tahbisan imamatnya.
Pesan Terakhir yang Menjadi Kenyataan
Kepergian Pastor Sánchez meninggalkan duka mendalam, terlebih karena pesan terakhir yang ia sampaikan dalam homilinya beberapa menit sebelum insiden.
Mengutip transkrip yang dirilis media El Universo Ekuador, ia berpesan:
“Dalam hidup kita, terkadang kita gagal memberikan waktu dan ruang untuk Tuhan… Tuhan harus menjadi yang pertama: sebelum uang, sebelum pekerjaan, dan sebelum aktivitas keluarga dan rumah kita. Suatu hari nanti, kita semua di sini juga akan mati.”
Pesan tentang kefanaan hidup itu seketika menjadi kenyataan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab terlepasnya salib dari dinding altar masih dalam penyelidikan. Misa Requiem untuk mengenang arwahnya telah digelar pada Minggu malam, 18 Oktober di Gereja yang sama, dan jenazahnya akan dimakamkan di Pemakaman Santa Ana, Cuenca minggu ini.
Sumber: Keuskupan Agung Guayaquil, Christian Post, Angelus News, El Universo Editor: Ayahdidien







