Home / BERITA / LIFESTYLE

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:59 WIB

Bupati Fauzi: Khotmil Qur’an di Pendopo Keraton Jadi Tradisi Religius Pemkab Sumenep

Foto Bersama bupati sumenep Dr H Achmad Fauzi wongasojudo usai Kegiatan Khotmil Qur'an Mingguan di Pendopo Agung keraton setempat

Foto Bersama bupati sumenep Dr H Achmad Fauzi wongasojudo usai Kegiatan Khotmil Qur'an Mingguan di Pendopo Agung keraton setempat

SUMENEP | MEDIALITERASI.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat dengan menggelar kegiatan Khotmil Qur’an secara rutin setiap pekan di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara istiqamah oleh jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat sebagai bentuk ikhtiar memperkuat spiritualitas serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Tradisi religius ini bahkan telah berjalan selama kurang lebih enam tahun dan hingga kini tetap dilaksanakan secara konsisten.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa kegiatan Khotmil Qur’an tersebut tidak hanya digelar pada bulan suci Ramadhan, tetapi juga rutin dilaksanakan setiap minggu di luar bulan Ramadhan.

“Kegiatan Khotmil Qur’an ini diselenggarakan setiap minggu satu kali di Pendopo Agung. Tidak hanya saat bulan Ramadhan, tetapi juga tetap dilaksanakan secara rutin di luar Ramadhan,” kata Bupati Fauzi dikutip media nusainsider.com, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus menciptakan suasana pemerintahan yang lebih religius dan penuh nilai spiritual.

Baca Juga  Pertanaman Inpari 37 Sangat Dikagumi Petani di Conggeang

Ia menilai, membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an secara bersama-sama tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi tradisi baik yang terus terjaga. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menjelaskan bahwa Pendopo Agung Keraton Sumenep sebagai pusat kegiatan pemerintahan daerah memiliki nilai historis dan kultural yang sangat kuat. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan seperti Khotmil Qur’an dinilai sangat tepat dilaksanakan di tempat tersebut.

Baca Juga  Kenalkan Program UHC, Himpass Gelar Pengabdian Kelima Di Kepulauan Ini

Dengan penyelenggaraan kegiatan ini secara rutin, diharapkan lingkungan pemerintahan di Kabupaten Sumenep senantiasa dilandasi nilai-nilai spiritual serta dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat luas.

Selain itu, pemerintah daerah juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Sumenep dan seluruh masyarakatnya,” pungkasnya.

Kegiatan Khotmil Qur’an mingguan tersebut biasanya diikuti oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, serta masyarakat sekitar yang secara bersama-sama membaca Al-Qur’an hingga khatam.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sumenep menunjukkan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dengan penguatan nilai-nilai religius yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sumenep.

Share :

Baca Juga

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

BERANDA

Pemerintah Larang Film ‘Pesta Babi’, Yasinta Moenwen Sebut Kesaksiannya Dimanipulasi

ACEH

Muda Seudang Protes Penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Timur, Sebut Cacat Prosedur

ACEH

Pergub JKA Dicabut, ARA Alihkan Fokus ke Tambang Beutong Ateuh dan Penanganan Korban Banjir

BERANDA

Puluhan Miliar Dana OSF Mengalir ke LSM dan Lembaga Akademis Indonesia, Apa Saja Programnya?

BERANDA

Tongkang Excavator Tiba di Wanam, Proyek Pangan Papua Selatan Picu Sorotan Deforestasi