Home / OPINI

Kamis, 13 Juli 2023 - 00:50 WIB

BULAN KOPERASI INTERNASIONAL DAN INDONESIA : SUDAHKAH BERBUAT UNTUK MENYELAMATKAN ALAM?

Oleh :
T.M. Jamil
Associate Profesor Social Scientiest USK, Banda Aceh.

Selamat Memperingati Hari Lahir Koperasi Indonesia, 12 Juli 2023.

Ketika pada tahun 1844 Rochdale Pioneers mendirikan gerakan koperasi modern di Lancashire, Inggris, mereka pastilah tidak menyangka bahwa kini ada 3 juta koperasi di seluruh dunia, dengan jumlah anggota lebih dari 1 miliar orang.

Koperasi pertama itu didirikan untuk memberikan alternatif makanan yang terjangkau dan berkualitas bagi pekerja dengan pendapatan rendah, melalui surplus yang ada sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Sejak itu, gerakan koperasi berkembang, meluas ke seluruh dunia dan mencakup semua sektor ekonomi.

Di Indonesia ada sekitar 127,000 ribu lebih koperasi aktif. Menurut Undang-Undang, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Tanggal 3 Juli, tahun lalu … dunia merayakan “Hari Koperasi Internasional” yang bertema Rebuild Better Together – Bersama Membangun Kembali dengan Lebih Baik.” Koperasi di seluruh dunia akan menunjukkan bagaimana mereka menghadapi krisis pandemi COVID-19 tahun lalu dengan solidaritas dan ketahanan, serta menawarkan pemulihan yang berpusat pada masyarakat dan adil secara lingkungan.

Sejumlah koperasi di berbagai Negara di dunia, sebagaimana dicatat oleh International Cooperative Alliance – Aliansi Koperasi International, sejak lama aktif melaksanakan program yang merawat Bumi.

Baca Juga  Gibran Cawapres Haram

Liga Koperasi Thailand mempunyai program “Tanam pohon untuk menghemat air” dan mendorong anggota koperasi menanam pohon, dengan slogan “Satu Koperasi, Satu Pohon.”

Koperasi Pupuk Petani India menyediakan pupuk berbasis tanaman berkelanjutan kepada anggotanya, dimulai dengan pupuk hayati dan kini fokus pada pupuk nano. Koperasi juga mengenalkan Sagarika, produk nutrisi tanaman lengkap berbahan dasar rumput laut.

Serikat Koperasi Konsumen Jepang mengurangi emisi karbon dioksida penyebab perubahan iklim melalui berbagai inisiatif, termasuk penerapan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi fasilitas bisnis, dan pengurangan penggunaan plastik.

Copa dan Cogeca adalah suara dari para petani dan koperasi pertanian pangan, kehutanan dan perikanan di Uni Eropa. Mereka memastikan bahwa pertanian di sana berkelanjutan, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menjamin ketahanan pangan bagi 500 juta penduduk Eropa.

Di Indonesia, Koperasi Kredit Keling Kumang di Kalimantan Barat yang beranggotakan hampir 200.000 orang, mengacu pada kinerja sosial, kinerja finansial dan kinerja lingkungan. Koperasi ini memiliki Unit Pengembangan Usaha dengan produk alami seperti beras hitam tradisional, sabun yang terbuat dari daun aras, serta madu asli kelulut.

Yohana Tamara Yunisa pengurusnya menjelaskan, melalui Unit Pemberdayaan Perempuan dan Kaum Milenial, koperasi melatih pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga kepada para aktivis perempuan. Hasilnya dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman yang ada di pekarangan rumah.

Baca Juga  PEOPLE POWER ITU SOLUSI

Selain itu, sebuah badan usaha yang merupakan bagian dari Keling Kumang melaksanakan “Pelatihan Budidaya Kakao Untuk Komunitas Petani Milenial Sintang.” Menurut Yohana, kakao adalah komoditi alternatif di luar karet dan sawit. Kakao menjadi salah satu solusi pendapatan dari tanaman ramah lingkungan yang dapat ditumpangsarikan dengan tanaman lain.

Institute for Essential Services Reform di Indonesia yakin bahwa koperasi dapat menjadi agen perubahan dalam pembiayaan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Survei yang dilakukan oleh organisasi ini menyimpulkan bahwa masyarakat berminat untuk mengadopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, terutama jika tersedia skema pembiayaan yang menarik.

Koperasi dapat bekerjasama dengan perusahaan jasa pemasangan PLTS dan menyediakan skema pembiayaan; dengan berjualan produk PLTS sekaligus menyediakan skema pembiayaan; dan menyediakan skema pembiayaan sekaligus layanan purna jual.

Pada Hari Koperasi Internasional dan Koperasi Indonesia ini, banyak cara untuk merayakannya. International Cooperative Alliance menyarankan beberapa hal, utamanya ikut berkampanye untuk “Rebuild Better Together.”

Selain itu penting bekerjasama dengan media massa, maupun menggunakan media sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang arti koperasi yang peduli lingkungan. Idealnya, koperasi bermitra dengan beragam pemangku kepentingan, untuk menghadapi tantangan ekonomi, lingkungan, sosial dan kesehatan, misalnya dengan mendonorkan darah dan menanam pohon.

Share :

Baca Juga

EDUKASI

Ketika Guru Membangun Peradaban di Tengah Kebisingan Publik

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru