MEDIALITERASI.ID |DOGIYAI – Ketegangan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, belum mereda setelah insiden penembakan yang menyebabkan lima warga sipil luka-luka pada Jumat, 23 Mei 2025, di Kampung Kimupugi, Distrik Kamu. Meski pihak militer menyebut pelaku sebagai orang tak dikenal (OTK), masyarakat setempat justru menuding TNI sebagai pelaku sesungguhnya.
Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Frits Pelamonia secara tegas membantah tuduhan bahwa aparat TNI terlibat dalam penembakan tersebut. Ia mengatakan TNI selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami tidak pernah melakukan penembakan terhadap warga sipil. TNI bekerja berdasarkan aturan dan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat,” kata Brigjen Frits, seperti dikutip dari NabireNews.com, Senin, 26 Mei 2025.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh warga setempat. Mereka menyatakan bahwa tuduhan terhadap OTK hanyalah upaya negara menutup-nutupi keterlibatan aparat keamanan.
“Itu bohong besar! yang tembak warga sipil adalah TNI. Semua orang di sini tahu,” ujar seorang warga Kimupugi yang meminta namanya tidak disebutkan.
Menurut sumber lapangan, situasi di Dogiyai semakin mencekam sejak baku tembak dan patroli militer rutin digelar di sekitar pasar dan pemukiman. Warga takut keluar rumah, sekolah ditutup, dan aktivitas ekonomi lumpuh.
Sampai saat ini, belum ada investigasi independen dilakukan terhadap insiden penembakan tersebut. Masyarakat dan organisasi masyarakat sipil terus mendesak pemerintah untuk membuka akses pemantauan HAM dan menghentikan pendekatan militer terhadap persoalan Papua. [Vull /Magouda Yeimo]







