Home / BERITA

Selasa, 9 April 2024 - 14:47 WIB

Diduga Terkena Peluru Nyasar TNI : Satu Siswa Sekolah Dasar di Papua Tengah Meninggal Dunia

MEDIALITERASI.ID | PAPUA – Dua siswa sekolah Dasar (SD) di Sugapa diduga terkena peluru nyasar TNI ketika pihak keamanan sedang mengejar seorang terduga sebagai anggota TNPB- OPM, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah pada Senin, (8/4/2024) pukul 14.00 WIT.

Demian Duwitau mengatakan melalui telpon selular, peluru nyasar milik TNI mengakibatkan Nando Duwitau (12) mengenai di bagian kepala sehingga harus kehilangan nyawa. Sedangkan sang adik Nepina Duwitau (6) mengalami luka tembak di bagian tangan sebelah kiri dan saat ini mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) setempat dalam kondisi kritis dan tiga anak lainnya mengalami luka – luka.

Kapolres Intan Jaya AKBP Afrizal Asri membenarkan peristiwa naas yang mengakibatkan dua siswa Sekolah Dasar (SD) terkena tembakan.

Baca Juga  Songennep Futsal Series 2026 Sukses Digelar, Tailonk FC Raih Gelar Juara

“Dari kejadian tersebut ada dua orang anak kecil yang terkena tembakan”, katanya.

Sementara PJ Bupati Intan Jaya Apolos Bagau saat di konfirmasi Media, hingga berita ini dimuat belum memberikan keterangan terkait kejadian pilu tersebut.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengaku prihatin atas jatuhnya dua korban anak – anak dalam serangan kelompok TPNPB dibawah pimpinan Ondius Kogoya di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Selasa (9/4/2024)

Fakhiri memastikan akan menggali informasi yang sebenarnya terkait peristiwa yang mengakibatkan salah satu korban telah meninggal dunia dan satu lainnya sedang dalam penanganan medis.

Baca Juga  68 Perusahaan di Aceh Terima Sertifikat Penghargaan Zero Accident

“Kondisi kedua korban saat in, Nando Duwitau dan Nopina Duwitau dan tiga orang lainnya mengalami luka – luka tembak dan sedang dalam penanganan medis”, ucap Kapolda.

Jendral bintang dua asli Papua ini meminta agar satgas yang bertugas di wilayah Kabupaten Intan Jaya agar berhati – hati disaat menghadapi KKB.

“Untuk menghindari masyarakat sipil agar tidak menjadi korban”, imbuhnya.

Fakhiri juga mengaku tidak menyangka, anak -anak berada diantara kedua pihak dengan posisi di tengah – tengah, sehingga menjadi korban.

“Saya tidak mengatakan ini bagian dari mereka, tetapi sudah berulang kali kejadian penembakan seperti ini, ada saja masyarakat yang menjadi sasaran tembak”, ujar Kapolda Papua. [Mogouda Yeimo]

Share :

Baca Juga

ACEH

Rp435,32 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Cair, Aceh Utara Dapat Rp328 Miliar: Benarkah Sampai ke Warga?
Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah