MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum (PMMU), Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., melepas tiga alumninya yang akan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan pesantren terhadap perjuangan akademik para alumni dalam memperdalam ilmu agama dan mempersiapkan diri agar bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan yang dirangkai dengan diskusi dan pengarahan itu berlangsung di Auditorium Ali Al-Hasyimi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Jalan Syeikh Abdul Rauf, Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026).
Ketiga alumni tersebut adalah Muhammad Syahputra, Azzam Al-Anzami, dan Khairul Azzam. Mereka akan menempuh pendidikan di sejumlah bidang studi di Universitas Al-Azhar melalui jalur mandiri dengan fasilitasi IKAT Aceh melalui Markaz Tathwir.
Dalam arahannya, Martunis mengatakan ketiga alumni tersebut telah melalui proses seleksi yang panjang hingga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di salah satu pusat keilmuan Islam tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kalian bertiga telah terpilih dengan proses seleksi yang sangat panjang untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir,” ujar Martunis.
Ia berpesan agar ketiganya tetap menjaga nilai-nilai kepesantrenan, menerapkan kedisiplinan, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya membekali santri dengan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk pribadi yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.
Martunis juga mengingatkan bahwa proses pendidikan di Mesir membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan disiplin yang konsisten. Karena itu, para alumni diharapkan mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kehidupan akademik di negeri orang.
“Pendidikan di Mesir tidaklah mudah, butuh ketekunan dan disiplin yang konsisten untuk mencapai kesuksesan dalam proses pembelajaran,” katanya.
Martunis menegaskan, PMMU tetap membuka ruang konsultasi bagi para alumni apabila menghadapi kendala selama menempuh pendidikan di Mesir. Ia berharap setiap tantangan menjadi bagian dari proses pendewasaan untuk membentuk generasi berilmu dan berintegritas.
“Tantangan itu pasti ada, namun hakikat tantangan adalah untuk mendewasakan kita agar menjadi ulama yang intelektual dan berintegritas tinggi,” ujarnya.
Salah seorang alumni, Muhammad Syahputra, berasal dari Muara Batu, Aceh Utara, dan merupakan alumni angkatan ke-29 Ajyalul Mafaz. Ia mengaku (Juanda Jz)







