Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / OLAHRAGA

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:48 WIB

AS Tolak Visa Staf Timnas Iran, Teheran Tuding Diskriminasi Jelang Piala Dunia 2026

Foto ilustrasi – Para anggota skuad sepak bola Iran terlihat berjalan di lapangan dengan seragam putih saat laga persahabatan di Turki, 29 Mei 2026. Sumber: Reuters.

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Iran menuduh Amerika Serikat menolak visa kepada “staf penting” tim nasional sepak bola mereka. Tudingan itu muncul beberapa jam setelah Washington mengkonfirmasi visa untuk para pemain dan “staf pendukung yang diperlukan” sudah diterbitkan.

Para pejabat AS menyatakan visa dikeluarkan pada Jumat, 10 hari sebelum laga pembuka Iran di Los Angeles, 15 Juni 2026. Pernyataan resmi AS juga menyebut Iran tidak boleh “menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris dengan dalih palsu”.

Baca Juga  Sayed Abbas Araghchi, Diplomat Intelektual di Balik Strategi Iran

Kedutaan Besar Iran di Turki membantah. Mereka menuding AS melakukan “campur tangan politik bias dalam olahraga” dengan menolak visa bagi “sebagian besar staf manajerial, eksekutif, dan penasihat teknis”.

“Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim sepak bola nasional Iran ke tingkat tertinggi,” tulis pernyataan kedutaan, Sabtu 6/6/2026. Iran juga meminta FIFA turun tangan.

Media pemerintah Iran melaporkan kepala federasi sepak bola dan wakilnya termasuk yang ditolak masuk AS.

Polemik visa ini terjadi jelang Piala Dunia 2026 yang digelar AS, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni. Iran lolos setelah finis puncak grup kualifikasi Maret 2025, hampir setahun sebelum perang pecah. Ini edisi pertama Piala Dunia di mana tuan rumah menerima tim dari negara yang sedang berkonflik dengannya.

Baca Juga  Teen Dies in a Horrific Accident While Having His Senior Photos Taken on Train Tracks

Pada akhir Mei, Iran memindahkan pangkalan latihan dari Tucson, Arizona ke Meksiko. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan ini menegaskan delegasi Iran tidak boleh menyertakan individu terkait Garda Revolusi Islam. Beberapa pemain Iran memang pernah menjalani wajib militer bersama tim nasional.

Iran dijadwalkan menghadapi Belgia di California dan Mesir di Seattle pada fase grup selain laga pembuka vs AS. (AYD)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?

BERANDA

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

BERITA

Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri, Nilai Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci

ACEH

Bupati Al-Farlaky Raih SMSI Aceh Award 2026, Kepala Daerah Populer Penanganan Bencana di Wilayah Terisolir

BERANDA

Mensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Melonjak dan Tegaskan Bansos Tak Langsung Dicoret

BERITA

CISAH: Perlu Kajian Ulang Hari Lahir Aceh Utara