MEDIALITERASI.ID | TEHERAN – Pemerintah Iran dilaporkan mempertimbangkan untuk kembali membuka jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz dengan syarat transaksi pembelian minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China, bukan dolar Amerika Serikat.
Seorang pejabat Iran menyebutkan, kapal tanker minyak kemungkinan diizinkan kembali melintas secara terbatas melalui selat tersebut selama pembayaran kargo minyak dilakukan dalam yuan. Kebijakan ini disebut sebagai upaya Iran untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan China.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap hari melewati perairan sempit tersebut. Karena itu, setiap gangguan di kawasan ini berpotensi langsung memengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.
Sejumlah analis menilai kebijakan tersebut, apabila benar-benar diterapkan, dapat menjadi tantangan bagi sistem perdagangan minyak global yang selama puluhan tahun didominasi oleh dolar AS atau dikenal sebagai sistem petrodolar. (EQ)







