MEDIALITERASI.ID | MERAUKE – Pengiriman alat berat ke kawasan Wanam, Papua Selatan, kembali memicu perdebatan publik soal dampak proyek strategis nasional terhadap lingkungan dan ruang hidup masyarakat adat. Tongkang pembawa excavator diberangkatkan dari Pelabuhan Merauke untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan program lumbung pangan nasional di wilayah selatan Papua.
Pengiriman alat berat tersebut berkaitan dengan sejumlah proyek pemerintah dan kontraktor, meliputi program cetak sawah rakyat, pembangunan jalan Wanam–Muting sepanjang 135 kilometer, serta infrastruktur penunjang lainnya.
Pemerintah mempercepat pembangunan di kawasan Wanam sebagai bagian dari program pengembangan lumbung pangan nasional. Salah satu proyek yang hampir rampung adalah dermaga logistik di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke. Dermaga ini disebut menjadi pintu masuk utama distribusi alat berat dan sarana produksi pertanian untuk proyek pangan skala besar di Papua Selatan.
Kementerian Pekerjaan Umum juga mempercepat pembangunan Jalan Wanam–Muting guna membuka akses logistik dan konektivitas wilayah selatan Papua. Pemerintah menyatakan proyek itu penting untuk mendukung mobilitas barang, menekan biaya logistik, dan membuka peluang ekonomi baru di Papua Selatan.
Kembali Munculnya Sorotan Deforestasi
Di tengah percepatan pembangunan, film dokumenter _Pesta Babi_ kembali menjadi perbincangan. Film itu menyoroti isu eksploitasi tanah Papua, deforestasi, hingga dugaan hilangnya ruang hidup masyarakat adat akibat ekspansi proyek dan investasi berskala besar.
Sejumlah kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa di Merauke mulai menyuarakan kritik terhadap proyek PSN tersebut. Mereka menyoroti potensi kerusakan hutan, dugaan tekanan terhadap masyarakat adat, dan persoalan lingkungan yang dinilai belum terselesaikan.
Isu perubahan status kawasan hutan dalam proyek swasembada pangan di Papua Selatan juga memicu protes perwakilan masyarakat adat. Mereka mempertanyakan proses pengambilan keputusan yang dianggap minim pelibatan warga adat di wilayah terdampak.
Papua Selatan belakangan menjadi sorotan nasional karena menjadi salah satu pusat proyek strategis pemerintah di bidang pangan, infrastruktur, dan konektivitas. Namun bersamaan dengan itu, perdebatan mengenai dampak ekologis, deforestasi, dan masa depan ruang hidup masyarakat adat terus mengemuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pemerintah daerah maupun kementerian terkait menanggapi kritik yang muncul.(AYD)







