Home / BERITA / KESEHATAN

Jumat, 31 Maret 2023 - 15:42 WIB

Antisipasi Campak, Puskesmas Legung Edukasi Masyarakat Dengan Cara Ini

Foto. Dr. Ulya Auniyah (Istimewa For MediaLiterasi.Id/Ach.Toifur Ali Wafa)

Foto. Dr. Ulya Auniyah (Istimewa For MediaLiterasi.Id/Ach.Toifur Ali Wafa)

Foto. Dr. Ulya Auniyah (Istimewa For MediaLiterasi.Id/ Ach.Toifur Ali Wafa)

SUMENEP, — Imunisasi campak pada anak nampaknya belum seratus persen dilakukan di Indonesia. Hal tersebut menjadi PR bagi para tenaga kesehatan untuk gencar melakukan imunisasi pada anak di Indonesia secara merata, khususnya dikabupaten sumenep.

Pasalnya, penyakit campak dikabupaten sumenep telah menular ke berbagai bayi dan anak usia dewasa dengan jumlah yang tak sedikit per-bulan maret hingga saat ini, Jumat, 31 Maret 2023.

Dr. Ulya Auniyah menyampaikan bahwa Campak atau morbili ini adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, yang ditandai dengan munculnya ruam merah pada sekujur tubuh.

Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Namun, siapapun bisa terinfeksi virusnya. Seseorang juga semakin rentan untuk terkena campak bila belum pernah terkena penyakit tersebut, “Ungkapnya salahsatu Dokter yang bertugas di Puskesmas Legung kepada media ini, Jumat, 31/3/2023 Malam. 

Di sini penyakit campak seringkali dialami oleh anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan campak juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Baca Juga  Medco E&P Malaka Dukung Peningkatan Kompetensi Guru PAUD

Gejala campak sedikit mirip dengan penyakit flu pada umumnya yaitu demam tinggi, mata merah, nyeri otot, pusing, pilek, batuk, hingga tubuh terasa lemas. Namun, gejala yang paling membedakan flu umum dengan campak adalah ruam pada kulit. Campak akan menimbulkan ruam berwarna kemerahan di sekujur tubuh, namun flu umum tidak demikian, “Jelasnya.

Penyakit campak ini sangat menular (Infeksius) dan dapat menimbulkan komplikasi serius pada anak-anak apabila tidak ditangani sesegera mungkin.

Sementara, penyebab utama campak adalah infeksi virus dari famili Paramyxovirus. Infeksi virus ini dapat ditularkan melalui percikan air liur penderita yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat batuk atau bersin.

Dokter Muda Berparas Cantik dan Murah senyum ini menambahkan bahwa penyakit Campak Atau yang dikenal juga sebagai Morbili atau Measles, termasuk ke dalam golongan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Baca Juga  Ir. Mahyuddin M.Si. Resmikan Rumah Pemberdayaan Ibu Dan Anak Julok

Karena itu, Masyarakat dapat melakukan pencegahan campak dengan memberikan vaksin (imunisasi) pada anak. Vaksin yang diberikan pada anak untuk mencegah terjadinya campak adalah vaksin MMR.

Pihaknya berharap, Masyarakat tidak perlu panik, selain melakukan pencegahan melalui imunisasi MMR karena anak yang tidak mendapat imunisasi MMR beresiko tinggi terkena penyakit campak, pencegahan campak juga bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan diri.

“Seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat bepergian, dan tidak berada didalam satu ruangan dengan orang yang terkena campak”, Tutupnya.

Diketahui, Puskesmas Legung terus melakukan edukasi guna mengantisipasi penyebaran dan atau penularan penyakit campak dengan cara keliling ke kampung-kampung wilayah kerjanya. (Toifur)

Share :

Baca Juga

ACEH

Warga Desak Transparansi PSR, Dinas Perkebunan Aceh Timur Diminta Buka Data Hibah Miliaran

BERITA

National Law Forum 2026 Bahas Tata Kelola AI dan Kedaulatan Digital Indonesia

ACEH

DPW Partai Aceh Dukung Penuh DOB Peureulak Raya: “Untuk Kesejahteraan Masyarakat”

BERANDA

Gaspol di MotorLand Aragon: Veda Ega Bidik Poin, Perebutan Podium MotoGP 2026 Makin Panas

ACEH

Duka Pante Panah: Sambaran Petir Tewaskan 1 Orang, 2 Korban Dirawat di RSUD Zubir Mahmud*

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kebut Huntap Pascabanjir: Data Harus Akurat, Kualitas Jangan Dikompromi

ACEH

Mualem Rotasi Nasir dari Sekda ke Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh

ACEH

Dibawa ke Lahan Kosong Belakang Sekolah, Siswa SMAN di Bener Meriah Dikeroyok Senior Hingga Kritis