Home / EKONOMI & BISNIS

Minggu, 23 November 2025 - 08:30 WIB

ADAKSI Audiensi dengan Menkeu Purbaya: Desak Pembayaran Tukin 2020–2024 dan Reformasi Tata Kelola Keuangan PTN

MEDIALITERASI.ID |JAKARTA – Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) melakukan audiensi resmi dengan Menteri Keuangan RI, Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, di Gedung Cakti Kemenkeu pada Jumat (21/11).

Audiensi ini membahas tiga isu utama yang selama ini membebani dosen ASN dan memperburuk tata kelola pendidikan tinggi nasional.

Perwakilan ADAKSI dari Kalimantan Selatan, Nova Abriano, S.E., M.M., dosen DPK Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), turut hadir dan berharap pemerintah segera menyelesaikan kewajiban pembayaran tunjangan kinerja (Tukin) dosen.

“Kami berharap tunjangan kinerja segera dibayarkan sebagai bentuk penghargaan bagi profesi kami sebagai dosen,” ujar Nova.

Audiensi ini dihadiri sepuluh perwakilan ADAKSI: Dr. Fatimah, M.Si; Anggun Gunawan, S.Fil., M.A.; Ir. Eliyah A. M. Sampetoding, M.Kom; Prof. Dr. Nikolas Fajar Wuryaningrat, MSc; Nur Rahmansyah, S.Kom., M.Kom; Mitra Yadiannur, M.Pd; Dr. Rudyanti Dorotea Tobing, S.H., M.Hum; Dicky Perwira Ompusunggu, S.E., M.Si; dan Prihartini Ade Mayvita, S.E., M.M.

Tiga Isu Utama yang Disampaikan ADAKSI

1. Utang Tukin Dosen 2020–2024

Baca Juga  Mulai Oktober 2026, Pemerintah Buka Rekening Massal di BRI untuk 200 Juta Warga, Dapat Dana Awal Rp50.000

ADAKSI menegaskan bahwa Tukin dosen memiliki dasar hukum yang jelas, namun tidak dibayarkan selama lima tahun berturut-turut. Hal ini menghasilkan “government liability” yang harus segera dituntaskan negara.

2. Problem Keuangan PTN BLU dan BH

Model klasterisasi PTN dinilai menciptakan ketimpangan remunerasi, beban mengajar berlebihan (hingga 60 SKS), hingga praktik penerimaan mahasiswa secara massif demi mengejar pendapatan. Kondisi ini merusak kualitas pendidikan dan membebani dosen secara psikis maupun fisik.

3. Stagnansi Tunjangan Fungsional Selama 18 Tahun

Tunjangan fungsional dosen tidak pernah mengalami kenaikan sejak 2007, menjadikannya stagnan selama hampir dua dekade, meskipun profesi lain telah menerima penyesuaian.

Respons Menkeu Purbaya

Menkeu memberikan jawaban komprehensif atas seluruh isu yang disampaikan ADAKSI:

Kemenkeu bersedia membayarkan rapelan Tukin 2020–2024, namun menunggu permohonan resmi dari Kemendiktisaintek selaku instansi pembina dosen.

Meminta data lengkap penghasilan dosen di seluruh PTN sebagai bahan dasar penyusunan reformasi remunerasi nasional.

Baca Juga  Pengusaha Asal Madura Sukses Menarik Investasi Senilai 80 Juta Dolar AS di China

Mendorong kajian ulang model Satker–BLU–BH, yang dinilai menimbulkan distorsi dan ketidakadilan antar-PTN.

Menyoroti mandatory spending 20% pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya tersalurkan untuk sektor pendidikan dengan tepat.

Mengakui stagnansi tunjangan fungsional sebagai masalah serius yang harus masuk dalam evaluasi struktur kompensasi ASN.

Menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah benteng terakhir daya saing bangsa, sehingga negara harus hadir memastikan keterjangkauan dan kesejahteraan dosen.

ADAKSI: Audiensi Ini Titik Balik Perbaikan Sistem Pendidikan Tinggi

ADAKSI menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen Menkeu. Pertemuan ini dipandang sebagai momentum penting dalam perjuangan menegakkan hak dosen ASN, memperbaiki tata kelola keuangan PTN, dan memperkuat komitmen negara terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas, adil, dan terjangkau.

ADAKSI akan terus mengawal tindak lanjut audiensi ini, termasuk mendorong Kemendiktisaintek untuk segera mengajukan permohonan resmi pembayaran Tukin dosen 2020–2024, serta memastikan reformasi kompensasi dosen ASN berjalan sesuai prinsip keadilan dan keberlanjutan.

Sumber: humas unukase/mpd

Editor: Ayahdidien

Share :

Baca Juga

EKONOMI & BISNIS

BREAKING: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD Mulai Hari Ini – Arahan Survival Mode Prabowo

EKONOMI & BISNIS

Bantuan UMKM Pusat di Aceh Timur Dikeluhkan, Pedagang Kecil Keluhkan Syarat Administrasi NIB

BERANDA

Resmi! Presiden Prabowo Salurkan BSU Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja Mulai Oktober 2026

BERANDA

Presiden Prabowo Gelontorkan BSU Rp900.000 untuk 13,3 Juta Pekerja di Akhir 2026, Cair Sekaligus 3 Bulan

BERANDA

Mulai Oktober 2026, Pemerintah Buka Rekening Massal di BRI untuk 200 Juta Warga, Dapat Dana Awal Rp50.000

EKONOMI & BISNIS

Keluarga Hartono Diam-Diam Gelontorkan Rp24,6 Triliun untuk Investasi di Luar Negeri

BERITA

Pemerintah Buka Jalan bagi Rokok Ilegal Masuk Jalur Legal, Tolak Aturan Siap Diberantas

BERITA

Tiga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tetap