Home / OPINI

Senin, 30 Januari 2023 - 05:59 WIB

Pemerintah Aceh Berdosa di Setiap Tetes Keringat Rahmat

Oleh : M. Atar (Ketua BADKO HMI Aceh)

Rahmat Aulia anak 12 tahun harus mengendarai becak selama 6 jam lamanya untuk menempuh 115 kilometer menuju Rumah sakit cut Mutiah Lhokseumawe setiap 10 hari sekali untuk membawa sang ayah kerumah sakit.

Anak usia sekolah harus bertarung sangat keras dan bahasa jalan lintas provinsi Aceh-Sumut, teman seusia rahmat seharusnya menempuh pendidikan dengan tenang disekolah, namun harus berjuang membawa ayahnya berobat, sebagai anak laki-laki beban yang diterima Rahmat tak sepantasnya dibebankan kepada anak seusia dia.

Panas hujan badai pasti sudah Rahmat lalui dari hari harinya untuk membawa sang ayah berobat kerumah sakit, apakah kita hanya diam, saat ada anak belia merasakan kerasnya dunia ? Jaminan Kesehatan Aceh kemana?

Baca Juga  Kiat Meminimalisir GOLPUT Pemilu

Hadirnya kasus ini menyadarkan kita semua, ada celah celah error dan dapat diperhatikan saat dana JKA yang begitu besar tidak dapat dimanfaatkan oleh Rahmat salah satunya. Apakah terus seperti ini, sahabat, teman, saudara dan pemerintah.

Semua orang berpotensi seperti Rahmat dikemudian hari jika hal hal seperti ini tak bisa ditangani oleh pak PJ Gubernur khususnya yang pernah menyatakan, saya sedih melihat kondisi Aceh saat ini, masih menjadi daerah termiskin. Jika pelayanan kesehatan seperti JKA tidak hadir bahkan tidak berkeadilan maka, memotong rantai kesejahteraan dan kemiskinan adalah omong kosong.

Baca Juga  PERPPU PT NOL PERSEN KEPUTUSAN STRATEGIS JOKOWI

Kejadian ini merupakan tamparan keras terhadap segala elemen yang membaca tulisan penulis, fenomena gunung es akan selalu menjadi bayang bayang mengerikan bagi siapa saja dan dimana saja di provinsi Aceh jika PJ Gubernur tidak mengambil tindakan secara tegas, setetes keringat Rahmat adalah dosa PJ Gubernur dan kita semua yang membaca. Jangan biarkan ada Rahmat Rahmat lain yang muncul akibat kelalaian pemimpin kita.

Aceh Utara, 29 Januari 2023

Share :

Baca Juga

HUKUM

Ketika Keadilan Dipertanyakan: Antara Hukum, Integritas, dan Harapan Publik

OPINI

Istilah “Londo Ireng” Kembali Mencuat, Aktivis Soroti Praktik Neokolonialisme di Era Modern

OPINI

Ketika Keramaian Bukan Jaminan Kebenaran

OPINI

Belajar dari Malikussaleh: Mengapa Peradaban Besar Sulit Kita Warisi?

BERANDA

Dikritisi Tajam: 8 Langkah Kontroversial Gianni Infantino yang Dinilai Jauhkan FIFA dari Semangat Sportivitas

OPINI

Jejak Budaya Lhokseumawe dari Masa ke Masa

BERANDA

“Fifanic” Viral, Kasparov dan Mourinho Kecam FIFA Usai Gol Mesir Dianulir di Laga Kontra Argentina

BERANDA

Dua Putra Aceh di Balik Radio Rimba Raya yang Melawan Propaganda Belanda