Home / BERITA

Kamis, 22 Desember 2022 - 08:50 WIB

15 Tahun Kisruh Tapal Batas Desa Kumbang dan Ceumeucet Tanpa Solusi

ACEH UTARA – Perselisihan tapal batas antara dua Gampong Kumbang dan Ceumeucet berawal dari tahun 2008 hingga akhir tahun 2022 masih belum menemukan solusi.

Upaya perdamaian sengketa tapal batas sudah pernah dilakukan pada tahun 2017 yang lalu namun permasalahan tidak menemui titik akhir.

Selain tapal batas antara 2 Gampong, wilayah tersebut juga sebagai tapal batas 2 kemukiman Buloh Blang Ara dan Kemukiman Keude Krueng.

Kisruh kembali terjadi ketika Mahasiswa KKN PPM kelompok 13 Universitas Malikussaleh tahun 2022 memasang Gapura selamat Datang dan Selamat Jalan di lokasi perbatasan yang masih kisruh tersebut.

Muhammad Boy Zawi selaku Ketua KKN PPM ketika di wawancarai Medialitetasi.id melalui pesan Whatapps, Minggu (18/12/2022) menuliskan percakapan dirinya bersama Geuchik Ceumecet sebelum kelompoknya melakukan salah satu Program Kerja (Proker) Mahasiswa semasa KKN.

(M) Assalamualaikum pak !…
(G) Waalaikumsalam,, ada keperluan apa?
(M) Ini pak mau pinjam parang, gergaji, sama meter buat tebang bambu.
(G) Bambu nya udh tau ambil dimana?
(M) Udah pak, di desa sebelah, sekalian mau nanya pak, perbatasan desa ceumeucet dimana pak?
(G) Perbatasnya kalau arah ke blang gurah dekat penutupan irigasi yang ada pelihara bebek sampingnya, kalau arah desa kumbang dekat simpang tiga
(M) Oa pak, baik pak terima kasih, tulis ketua kelompok 13.

Baca Juga  Muliana Berharap Kemensos RI dan Dermawan Bisa Membantunya

Muhammad Boy Zawi mengaku dirinya bersama kelompoknya tidak mengetahui perihal sengketa tapal batas di antara dua Gampong tersebut.

Dirinya bersama rekan mahasiswa lainnya mengaku baru mengetahui kisruh tapal batas dari warga setempat ketika kelompok KKN nya minta izin pamit untuk kembali ke kampus dikarenakan masa KKN sudah berakhir.

“Dulu katanya sempat konflik besar -besaran sampai main parang juga karena perbatasan, disitu baru kami tau semuanya”, tutup Muhammad.

Pencabutan Gapura yang dilakukan oleh Warga Gampong Kumbang menimbulkan reaksi orang tidak dikenal (OTK) menghancurkan pipa saluran air Gampong Kumbang. Tak tinggal diam kemudian warga Gampong Kumbang pun melakukan penimbunan saluran irigasi di wilayah sengketa.

Berdasarkan saksi mata, salah satu warga Gampong Kumbang yang tidak ingin disebut namanya itu ketika di wawancarai pada Kamis (22/12/2022) menuturkan, dirinya sempat mengintip pelaku perusakan pipa saluran air bersih Desa Meunasah Kumbang. Namun demikian dirinya mengaku tidak mengenal pelaku pengrusakan pipa tersebut karena suasananya gelap.

“Mereka datang dari arah Blang Ara dan pulang ke arah Desa Ceumeucet, terlihat satu kereta namun di lokasi pengrusakan tersebut ada 4 orang”, ucap saksi yang tidak ingin disebut namanya itu.

Musyawarah bersama kedua Gampong antara Kumbang dan Ceumeucet kembali di ini siasi oleh pihak kecamatan yang diwakili oleh Sekcam Kuta Makmur Usman, S.P, selain itu ikut dihadiri oleh Mukim Blang Ara Zulfiandi Ali dan Mukim Keude Krueng Tgk Ismail Ilyas beserta Babinsa Serda Sabar Yanis dan Bhabinkamtibmas Bripka Wanda Utami sekaligus di ikuti juga oleh Geuchik Gampong Kumbang Muhammad dan Geuchik Gampong Ceumeucet Anwar beserta beberapa tokoh masyarakat di kedua Gampong yang sedang kisruh tapal batas.

Baca Juga  PLN dan Jepang Kolaborasi untuk Akselerasi Program Transisi Energi

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Geuchik Gampong Kumbang melalui Sayuti Malek, S.H selaku warga setempat menceritakan, permasalahan terjadi berawal dari pemasangan Pamplet oleh Mahasiswa KKN Unimal Malikussaleh yang kemudian berlanjut kepada pengrusakan pipa saluran air.

Lebih lanjut Sekcam Kuta Makmur mengatakan tindakan pidana akibat pengrusakan pipa oleh OTK tidak laporkan ke pihak berwenang, namun diselesaikan dengan musyawarah dan perdamaian.

Sekcam juga menyimpulkan hasil kesepakatan, tanah yang di timbun oleh warga Gampong Kumbang di pindahkan dan pipa saluran air yang rusak di ganti rugi dengan menggunakan anggaran Pribadi  Sekcam, hal itu dilakukan dalam upaya mengingat warga harus mengairi persawahan. Sedangkan perihal perbatasan antara 2 Gampong tersebut belum menemukan titik temu.

“Diupayakan permasalahan tapal batas kedua Gampong, akan di selesaikan awal tahun 2023”, tutup Sekcam Kuta Makmur.

Reporter : EK | Photo : Medialitetasi.id | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERANDA

Menteri Israel Saling Kecam Usai Video Aktivis Gaza Berlutut Disebar: “Pertunjukan Memalukan”

BERITA

CCTV Ungkap Kasus Tewasnya WNA Brunei di Kebayoran Baru

BERITA

Bareskrim Polri dan Kemenhut Tindak Empat WNA China Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua

ACEH

KPK Temukan 99% Proyek di Aceh Lewat Penunjukan Langsung, DPRA Minta Lembaga Antirasuah Beri Pembinaan

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim