MEDIALITERASI.ID | TANGERANG — Seorang pria warga negara Inggris berusia 55 tahun bernama Ian, dikabarkan mengalami perubahan drastis dalam kehidupannya setelah tujuh tahun menetap dan membangun keluarga di Indonesia.
Kisah Ian mencuat di media sosial dan menjadi perhatian publik. Perjalanannya di Indonesia bermula ketika ia berkenalan dengan seorang perempuan asal Indonesia melalui sebuah portal permainan daring. Perkenalan itu berlanjut serius hingga keduanya menikah.
Ian yang sebelumnya diketahui kerap berkunjung ke Indonesia sebagai backpacker, akhirnya memutuskan untuk tinggal menetap bersama istri dan putrinya di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Namun, kehidupan rumah tangga yang diharapkan harmonis itu dikabarkan mulai mengalami persoalan setelah berjalan sekitar tujuh tahun.
Berdasarkan penuturan yang beredar dalam kisahnya, Ian mengaku mengalami konflik rumah tangga yang berkepanjangan hingga membuatnya tidak lagi merasa nyaman tinggal di rumah. Ia juga menyampaikan pengakuan terkait adanya perlakuan yang tidak menyenangkan serta dugaan komunikasi istrinya dengan pria lain.
Redaksi menegaskan bahwa seluruh pengakuan tersebut merupakan klaim sepihak yang beredar dalam kisah Ian dan belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga berita ini diturunkan, pihak istri belum memberikan keterangan resmi, sehingga prinsip keberimbangan dan praduga tak bersalah tetap dikedepankan.
Akibat perselisihan tersebut, Ian dikabarkan memilih meninggalkan rumah. Sejak saat itu, ia disebut bertahan hidup selama berbulan-bulan di kawasan bantaran Kali Angke, Cipondoh, dalam kondisi yang memprihatinkan dan jauh dari layak.
Ironisnya, Ian diketahui merupakan seorang pensiunan arsitek di Inggris dengan latar belakang profesional yang mapan. Namun, ia mengaku mengalami kesulitan ekonomi karena dana pensiun yang selama ini ditransfer melalui rekening istrinya, tidak lagi dapat ia akses setelah hubungan rumah tangga memburuk.
Kondisi tersebut membuat Ian harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, berbanding terbalik dengan kehidupan sebelumnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah pendampingan atau bantuan hukum bagi warga negara asing tersebut. Kisah Ian menjadi potret tentang kompleksnya persoalan rumah tangga campuran dan pentingnya perlindungan hukum serta akses keadilan bagi semua pihak.
Pihak Kedutaan Besar Inggris di Jakarta diharapkan dapat turut memantau kondisi warganya, sementara aparat setempat diharapkan dapat melakukan penelusuran untuk memastikan fakta di lapangan dan memberikan bantuan kemanusiaan yang diperlukan. (*)
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di ruang publik dan pengakuan sepihak. Kami masih berupaya melakukan verifikasi lanjutan dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.







