MEDIALITERASI.ID | TAIWAN — Kesetiaan selama 14 tahun merawat majikan di perantauan mengantarkan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia bernama Yuli pada kisah haru yang tak terduga. Ia tidak hanya dianggap sebagai keluarga oleh majikannya, seorang aktor Taiwan bernama Chen Sun Young, tetapi juga mendapat warisan senilai lebih dari Rp1,6 miliar setelah sang majikan meninggal dunia.
Selama belasan tahun di Taiwan, Yuli bekerja merawat Chen. Hubungan yang awalnya hanya sebatas majikan dan pekerja, perlahan berubah menjadi ikatan emosional seperti ayah dan anak.
Kedekatan itu semakin kuat ketika kondisi kesehatan Chen menurun. Yuli dikisahkan selalu siaga mendampingi. Bahkan, suatu malam sekitar pukul 02.00 dini hari, ia mendapati kondisi Chen melemah dan dengan sigap membawanya ke rumah sakit. Tindakan cepat itu menyelamatkan nyawa Chen saat itu.
“Sejak saat itulah, Chen semakin menganggap Yuli sebagai bagian dari keluarganya dan meminta Yuli memanggilnya ‘Papa’,” tulis sumber dekat keluarga tersebut.
Pengorbanan Yuli selama merawat Chen tidaklah ringan. Ia mengaku waktu tidurnya pernah hanya sekitar satu jam dalam sehari demi memastikan kondisi sang majikan tetap terurus, terutama ketika penyakit mulai menggerogoti tubuh Chen.
Bagi Chen, kehadiran Yuli adalah anugerah. Aktor senior itu pernah mengungkapkan rasa bahagianya karena selalu dibantu dan diperhatikan dengan tulus, tanpa mengenal lelah. Jarak antara majikan dan pekerja pun perlahan menghilang.
Menjelang akhir hayatnya, Chen yang berusia 80 tahun sempat dinyatakan memiliki harapan hidup sekitar tiga minggu. Namun takdir berkata lain. Empat hari setelah vonis dokter, kondisi Chen memburuk dengan cepat.
Yuli masih mengingat momen terakhir itu dengan jelas. Beberapa jam sebelum meninggal, Chen masih sempat minum susu dan tersenyum seperti biasa. Tidak lama kemudian, ia pergi untuk selamanya.
Bagi Yuli, kepergian itu bukan sekadar kehilangan majikan, melainkan kehilangan sosok ayah.
Setelah Chen meninggal dunia, Yuli kemudian mengetahui bahwa dirinya mendapat warisan sekitar Rp1 miliar dalam bentuk uang tunai serta perhiasan emas senilai sekitar Rp620 juta. Warisan tersebut disebut sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan Chen atas kesetiaan Yuli selama 14 tahun mendampinginya.
Namun bagi Yuli, harta bukanlah hal yang paling berharga dari perjalanan panjang itu.
Setelah kehilangan sosok yang telah ia panggil “Papa”, Yuli memilih kembali ke Indonesia. Ia pulang membawa kenangan tentang seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya, serta pelajaran bahwa ketulusan dan kesetiaan yang diberikan dengan sepenuh hati terkadang meninggalkan jejak yang jauh lebih berharga dari sekadar warisan. (*)







