Home / ACEH / BERANDA / BERITA / FEATURE / SOSIAL

Sabtu, 26 September 2026 - 20:24 WIB

Pilunya Tgk. Muhammad Safrizal: Gubuknya Roboh Diterjang Banjir Bandang, Setahun Berlalu Belum Tersentuh Bantuan

IDI RAYEUK | MEDIALITERASI.ID — Di tengah gencarnya pemerintah membangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang Oktober 2025 di Aceh Timur, masih ada warga yang terlewatkan. Dialah Tgk. Muhammad Safrizal, yang akrab disapa Tgk. Amad.

Pria yang tinggal di gubuk tak layak huni beralaskan tanah di Lorong Makmur, Desa Meunasah Puuk, Kecamatan Idi Rayeuk, itu harus pasrah. Gubuknya pernah roboh diterjang banjir bandang Oktober 2025 lalu. Ironisnya, hingga akhir September 2026, belum ada satu pun bantuan pemerintah yang menyentuhnya.

Kepada awak Medialiterasi.id, Tgk. Amad menuturkan kisah pilunya dengan suara bergetar. Sejak musibah itu, ia bersama istri dan empat anaknya yang masih balita hidup dalam keterbatasan yang luar biasa.

Baca Juga  Aceh Darurat Moral, Syech Wan Desak Kebijakan Strategis Pulihkan Karakter Generasi Muda

“Sejak musibah banjir bandang, saya bersama istri dan 4 anak yang masih balita sudah pasrah dengan keadaan,” ujar Tgk. Amad miris.

Yang membuat dadanya semakin sesak adalah kenyataan di sekitarnya. Ia menyaksikan tetangga-tetangganya satu per satu mendapatkan bantuan huntara, Jaminan Hidup (Jadup), bahkan ada yang sudah menempati huntap percontohan yang diresmikan dan dikunjungi langsung oleh Bupati Aceh Timur bersama rombongan.

“Saya hanya bisa mengelus dada saat orang mendapat bantuan huntara dan Jadup, bahkan ada yang sudah mendapatkan huntap yang menjadi percontohan dan dikunjungi langsung oleh Bupati,” sebutnya.

Kalimat yang keluar dari bibirnya setelah itu begitu pilu, menggambarkan keputusasaan yang mendalam.

“Akankah selamanya saya akan seperti ini,” gumamnya pilu.

Tgk. Amad menegaskan, bukan karena ia malas berusaha. Setiap hari ia banting tulang, namun rezeki yang didapat tak mampu menutupi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk membangun kembali gubuknya yang roboh.

Baca Juga  Ricuh 2 Hari Berturut, Galacticos Cup IV 2026 di Bireuen Dihentikan Tanpa Final

“Bukannya saya tidak berusaha, tapi rezeki yang saya dapatkan tiada jua mampu menutupi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Di akhir perbincangan, dengan sisa harapan yang ia punya, Tgk. Amad menitipkan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

“Pada akhirnya kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, saya berharap kepedulian sepantasnya agar saya mampu bangkit dari keterpurukan ini,” tutupnya lirih.

Kisah Tgk. Amad menjadi potret buram masih adanya warga yang tercecer dari pendataan bantuan pasca-bencana. Publik kini menanti, akankah jerit pilu dari Lorong Makmur ini sampai ke Pendopo Bupati (Redaksi)

Share :

Baca Juga

ACEH

Kunjungan Haru Ketua Baitul Mal ke Gampong Bandrong, Rumah Ibu Aniati Akan Dibangun Tahun 2027

ACEH

Fakta Video Bantah Hoax! Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Selalu Temui Pendemo, Video Call Saat di Luar Daerah

BERANDA

Salah Kaprah! Tidak Ada SEA Games 2026, Ini Bedanya SEA Games dan Asian Games

BERANDA

3 Drama Paling Dramatis di SEA Games 2025 Thailand: Dari Comeback Vietnam Hingga Tangis Voli Putra Indonesia

BERANDA

Membedah Kontroversi Sepang 2015: Pelajaran Fair Play dari Duel Rossi vs Marquez

BERANDA

BREAKING: Iran Ancam Perluas Perang hingga Samudra Hindia Jika AS Kembali Menyerang – Indonesia Waspada

ACEH

BREAKING: Ratusan Petani Duduki Pendopo Bupati Aceh Timur, Ancam Menginap Jika Sengketa HGU Tak Selesai

BERANDA

Ribuan Petani Aceh Timur Demo di Lapangan Pemkab, Tuntut Pemerintah Tak Perpanjang Izin HGU Perusahaan