Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / NASIONAL

Jumat, 11 September 2026 - 09:26 WIB

Jenazah Wili Mbuik, CPNS Dinas Pertanian Jayawijaya Korban Penembakan, Diberangkatkan ke Kupang

MEDIALITERASI.ID | WAMENA — Jenazah Wili Mbuik, 25, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan, resmi diberangkatkan dari Bandara Wamena menuju Jayapura pada Kamis (10/9/2026). Dari Jayapura, jenazah selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Keberangkatan berlangsung aman dan lancar dari Apron II Bandara Wamena. Proses pelepasan jenazah dikawal aparat kepolisian dan dihadiri sekitar 100 orang keluarga.

Korban Penembakan di Distrik Muliama

Wili menjadi salah satu dari 3 Aparatur Sipil Negara Dinas Pertanian Jayawijaya yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan keterangan Polda Papua, ketiga korban ditembak saat dalam perjalanan kembali ke Wamena setelah menyalurkan bantuan ternak di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Wili mengalami luka tembak serius di bagian pinggang kanan dan meninggal dunia. Dua korban lainnya, Aprida Rapi, 49, dan Alfonsius Albinus Meha, 35, masih berada di Wamena.

Baca Juga  Sinergi untuk Negeri: UIN Sumatera Utara dan YCKI Gagas Gerakan Pengabdian Berkelanjutan

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan jenazah Wili diterbangkan menggunakan pesawat Trigana Air Cargo dengan nomor registrasi PK-YSV. Pesawat lepas landas dari Wamena pukul 11.20 WIT.

Keluarga Ungkap Ponsel Korban Digunakan Pelaku Video Call

Di tengah duka, keluarga Wili mengungkap fakta memprihatinkan. Ponsel milik Wili diduga dikuasai kelompok bersenjata usai penembakan dan digunakan untuk menghubungi keluarga melalui panggilan video.

Tante korban, Selfi Mbuik, mengatakan pelaku membuka aplikasi WhatsApp di ponsel Wili untuk mencari nomor keluarga di Rote Ndao, NTT.

“Setelah mereka tembak anak kami sampai meninggal, mereka lalu ambil HP. Mereka buka WhatsApp dan nomor telepon keluarga di Rote,” ujar Selfi, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga  Pendeta Ester Masberliana Berharap Tuhan Memenangkan Ganjar dan Mahfud di Pemilu Tahun2024

Panggilan video itu diterima Minto Mbuik, kakak kandung Wili. Keluarga mengaku miris dan tersakiti melihat sikap orang yang memegang ponsel tersebut yang dinilai tidak pantas di tengah suasana duka.

Duka Mendalam untuk Keluarga di Kupang

Kepergian Wili yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar di Kupang dan Rote Ndao. Wili merupakan lulusan Agribisnis Universitas Nusa Cendana Kupang dan baru berstatus CPNS di Dinas Pertanian Jayawijaya.

Kasus penembakan ini masih dalam penyelidikan aparat. Operasi Damai Cartenz menyebut dugaan sementara pelaku adalah kelompok KKB wilayah Nduga.

Pemerintah dan DPR RI telah mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran HAM berat dan meminta aparat bertindak tegas. (*)

Share :

Baca Juga

ACEH

GEUKOM AGRIFARM Jajaki Kolaborasi dengan AMANAH untuk Kembangkan Greenhouse Berbasis Smart Farming dan IoT

ACEH

Miris! Jalan Peureulak-Lokop Putus 60 Meter di STA 73, Warga Serbajadi Dikutip Rp 5/10 Ribu di Jalan Darurat, Surati Gubernur Aceh

ACEH

Cegah Banjir, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Instruksikan Gotong Royong Massal Bersihkan Parit

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!