MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Kabar potensi gelombang demonstrasi besar-besaran pada Agustus 2026 yang viral di media sosial dibantah oleh dua elemen kunci gerakan sosial, yakni kelompok buruh dan aliansi mahasiswa. Keduanya memastikan tidak ada rencana aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan pihaknya tidak memiliki agenda demonstrasi pada Agustus 2026.
“Kabar adanya aksi besar-besaran kaum buruh pada Agustus itu tidak benar dan perlu diluruskan di tengah masyarakat,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Kamis 6 Agustus 2026.
Penegasan serupa disampaikan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia atau KBPBI. Berbeda dengan KSPI, KBPBI menyebut rencana aksi yang melibatkan puluhan ribu buruh di tingkat nasional tidak dibatalkan, namun dijadwal ulang.
Aksi tersebut ditunda pelaksanaannya hingga awal September 2026. KBPBI belum merinci tanggal pasti dan titik kumpul aksi.
BEM SI Tolak Gerakan Reaksioner
Dari unsur mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI juga menyatakan tidak akan menggelar demonstrasi sepanjang Agustus 2026.
Koordinator Pusat BEM SI periode 2026-2027, Andira Yofi Sulendra, mengatakan sikap itu diambil karena aliansi menolak pola gerakan yang bersifat reaksioner.
“Gerakan mahasiswa tidak seharusnya hanya merespons isu yang viral di media sosial demi mengejar popularitas sesaat,” kata Andira.
Imbauan agar tidak terprovokasi
Dengan adanya klarifikasi resmi dari pimpinan buruh dan mahasiswa, masyarakat diminta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi terkait ajakan aksi yang belum terverifikasi.
Isu demo besar Agustus 2026 sebelumnya ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan memicu spekulasi publik terkait situasi keamanan dan politik nasional.
Hingga saat ini belum ada organisasi buruh maupun mahasiswa lain yang menyatakan akan menggelar aksi besar pada Agustus 2026.(*)
sumber: detik.com
Editor: Ayd







