MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Ratusan jajanan khas Aceh Timur memenuhi GOR Idi Sport Center pada Kamis (30/7). Kegiatan Festival Jajanan Indatu Aceh Timur 2026 dengan tema “Celebrating The Authentic Taste Of Aceh Timur: Penajoh Keuneubah Indatu Meulia Rasa Meugah Budaya” resmi dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Lismawani Iskandar Al Farlaky, S.Pd., M.Ag.
Dalam sambutannya, Lismawani mengajak masyarakat khususnya generasi Z untuk kembali mengenal dan mencintai kuliner tradisional agar warisan budaya daerah tidak hilang tergerus zaman.
“Bagaimana kita bisa menjadikan makanan tradisional ini menjadi favorit? Kita harus memperkenalkan kembali kuliner khas kepada anak-anak generasi muda agar mereka bisa menikmati dan menikmatinya, sehingga warisan ini tidak hilang dimakan zaman,” ujarnya.
Jajanan Tradisional Masuk Cafe Modern
Menurut Lismawani, kuliner tradisional kini mulai menemukan tempatnya di cafe-cafe modern di wilayah Idi dan sekitarnya. Menu seperti bulukat peukrabee, rebusan jagung, pisang rebus, hingga minuman jahe mulai diminati anak muda.
Ia menilai hal itu bukti bahwa makanan warisan leluhur masih memiliki peluang besar berkembang jika dikemas secara kreatif dan dipromosikan dengan cara kekinian.
Ketua TP PKK Aceh Timur juga menekankan peran keluarga sebagai garda terdepan. Ia mengingatkan agar rumah tangga mulai membiasakan menyajikan makanan tradisional yang dinilai lebih sehat dibanding makanan cepat saji.
“Mulailah dari rumah dengan menyajikan makanan tradisional. Jangan sampai anak-anak lebih mengenal makanan seperti sosis atau nugget, sementara kuliner warisan leluhur tidak lagi dikenal,” katanya.
Ia juga meminta seluruh Ketua TP PKK kecamatan hingga tingkat gampong untuk aktif mendampingi dan mempromosikan produk jajanan tradisional buatan masyarakat.
Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Aceh Timur, Syahril, S.STP, M.AP, selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan festival ini digelar bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Aceh Timur.
Festival diikuti peserta dari TP PKK 24 kecamatan se-Aceh Timur. Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta komunitas kreatif,” ujar Syahril.
Panitia menyediakan total hadiah Rp10 juta berupa trofi dan dana pembinaan bagi para pemenang lomba.
Syahril berharap Festival Jajanan Indatu dapat menjadi agenda tahunan. Ke depan, acara akan dilengkapi pameran kuliner tradisional, bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga seminar pengembangan usaha kuliner.
“Dengan begitu kita bisa memperkuat promosi kuliner, budaya, UMKM, dan sektor pariwisata Aceh Timur secara bersamaan,” pungkasnya.(Red/Sam)







