Home / EDUKASI

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:52 WIB

Edukasi Sains dan Budaya, Museum Tsunami Aceh Buka Zona Panel Interaktif Masa Kini

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh resmi membuka pameran temporer terbaru bertajuk “Tsunami: Jejak Ingatan – Dari Hikayat ke Metadata” di Ruang Pameran Temporer Museum Tsunami Aceh, Senin (25/5/2026).

Pameran ini mengupas transformasi memori kolektif masyarakat Aceh mengenai bencana tsunami, dari tradisi tutur masa lalu hingga basis data teknologi modern.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan upaya strategis dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di masa depan. Peresmian pameran tersebut turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh.

“Melalui pameran ini, kita melihat bagaimana ingatan yang dulunya disimpan dalam hikayat dan tradisi lisan, kini bertransformasi menjadi metadata yang dibaca oleh sistem teknologi demi menyelamatkan kehidupan,” ujar Syahputra di sela-sela peresmian acara.

Baca Juga  Aksi Damai Mahasiswa Unaya Disambut Lemparan Batu oleh Preman

Alur pameran temporer ini dibagi menjadi dua sub-tema utama yang merepresentasikan perjalanan waktu mitigasi bencana di Aceh, yaitu: Zona Tradisi Lisan dan Tulisan yang menyajikan bukti sejarah termasuk ekshibisi visualisasi ilmiah “Jejak Tsunami Purba di Gua Ek Leuntie, Pesisir Pantai Aceh Besar”.

Penelitian lapisan sedimen di gua tersebut membuktikan secara empiris bahwa tsunami besar telah melanda Aceh berulang kali selama ribuan tahun sebelum peristiwa 2004, yang kemudian diwariskan leluhur melalui cerita rakyat.

Baca Juga  SAPA: Hak Dasar Warga Terabaikan, Air Bersih Harus Jadi Prioritas Pemko Banda Aceh Kedepan

Sementara sub-tema lainnya adalah Zona Metadata (Masa Kini) yang menyajikan implementasi teknologi mutakhir dalam mitigasi bencana. Bagian ini menampilkan panel interaktif mengenai alat pendeteksi tsunami masa kini, visualisasi sistem peringatan dini, pengolahan data sensor laut, serta teknologi berbasis kecerdasan digital.

Melalui perpaduan antara bukti arkeologis, manuskrip sejarah, dan perangkat digital interaktif, pameran ini ditargetkan dapat memperkuat nilai kearifan lokal (smong) sekaligus meningkatkan literasi sains masyarakat terhadap risiko bencana global.

Pameran “Tsunami Jejak Ingatan: Dari Hikayat ke Metadata” ini terbuka bagi masyarakat umum, akademisi, serta wisatawan domestik dan mancanegara selama periode pameran berlangsung.

Share :

Baca Juga

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

ACEH

31 Kasus Kekerasan Anak dalam Enam Bulan, Bupati Al Farlaky Siapkan Langkah Pencegahan dan Rumah Aman

ACEH

Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

BERANDA

Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

ACEH

Bupati Al-Farlaky Lantik 45 Kepala Sekolah

ACEH

45 Kepsek di Aceh Timur Dilantik, Bupati Jadikan Kebersihan Sekolah Indikator Kinerja dan Karier

EDUKASI

Insinyur Hebat Lahir dari Karakter yang Kuat.