MEDIALITERASI.ID | TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini berada dalam kondisi “perang skala penuh” melawan Amerika Serikat. Namun medan pertempuran utamanya bukan lagi militer, melainkan ekonomi dan mata pencaharian rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam pertemuan Dewan Yudisial Tertinggi Iran, Senin 19/7/2026, dan disiarkan kantor berita negara IRNA.
“Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh. Perang saat ini bukan hanya perang rudal. Musuh telah menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat memaksa rakyat Iran untuk menyerah melalui serangan militer,” kata Pezeshkian.
Ia menegaskan, “Perekonomian dan mata pencaharian rakyat adalah arena konfrontasi terpenting dengan musuh.”
Tekanan Ekonomi Jadi Senjata AS
Menurut Pezeshkian, Amerika Serikat kini beralih strategi setelah gagal menundukkan Iran lewat jalur militer. Sejak beberapa waktu terakhir, AS melanjutkan blokade pelabuhan Iran serta menargetkan infrastruktur penting seperti jalan raya, rel kereta api, jembatan, dan terowongan.
Dampaknya langsung terasa di dalam negeri. Data resmi menunjukkan inflasi tahunan Iran mencapai 88% pada Juni 2026. Sementara itu tingkat pengangguran terus memburuk dan nilai mata uang rial merosot ke titik terendah baru.
Presiden Iran memperingatkan konsekuensi sosial dari tekanan ekonomi tersebut.
“Tidak dapat diterima bagi kita untuk hidup dalam masyarakat di mana orang-orang berjuang dengan masalah mata pencaharian, pengangguran, kemiskinan, dan kesulitan,” ujarnya.
Ia menyebut jika tekanan ekonomi menimbulkan ketidakpuasan sosial yang meluas, maka “modal sosial yang sangat besar yang diciptakan oleh rakyat untuk mendukung sistem tersebut dapat rusak.”
Persatuan Nasional Jadi Kunci
Dalam pertemuan dengan para pemimpin media sebulan lalu, Pezeshkian juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kohesi nasional di tengah situasi saat ini.
Pernyataan “perang skala penuh” ini menjadi penegasan paling tegas dari Teheran terkait eskalasi konflik dengan Washington. Iran menilai serangan ekonomi dan blokade sebagai bentuk perang non-militer yang ditujukan untuk melemahkan legitimasi pemerintah dari dalam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan Pezeshkian.
Sumber: CNN, IRNA







