Home / BERITA

Senin, 26 Mei 2025 - 12:29 WIB

Kontak Tembak Kembali Terjadi di Papua Tengah : Seorang Warga Sipil Meninggal Terkena Peluru

MEDIALITERASI.ID | PUNCAK – Ketegangan bersenjata kembali meletus di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Berdasarkan laporan dari Komandan Operasi Umum West Papua Army wilayah Sorong –Samarai.

Salah satu narasumber Gusby Waker mengatakan, insiden bermula pada 23 Mei 2025. Dalam kejadian tersebut, Gusby Waker menuturkan, salah seorang warga sipil meninggal dunia akibat tembakan peluru.

“Berdasarkan penuturan sang istri dugaan penembakan terhadap Gusby Waker dilakukan oleh aparat TNI”, ujarnya.

Gusby Waker lebih lanjut mengatakan, Agus Murib, saat itu sedang mencari rotan di pinggir kebun, sementara istrinya bekerja membuka ladang di dalam kebun.

“Diduga, aparat TNI mendekati lokasi tersebut dan menembak Agus Murib hingga tewas, sedangkan Istrinya berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian itu kepada warga di Kampung Tanah Merah, Distrik Gome”, ucapnya.

Gusby Waker juga mengatakan, keesokan harinya, 24 Mei 2025, terjadi kontak senjata antara TNI dan pasukan TPNPB–OPM West Papua Army di sekitar lokasi.

Baca Juga  Polri Apresiasi Penangkapan Tersangka Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan di Padang Pariaman

“Menurut laporan lapangan, TNI mengepung posisi pasukan TPNPB–OPM West Papua Army, amun, tidak ada korban jiwa dari pihak TPNPB–OPM West Papua Army dalam insiden tersebut”, paparnya.

Gusby Waker mengaku, situasi yang memanas memicu kepanikan di kalangan warga dan sejumlah warga sipil mengungsi dan berlindung di Gereja Katolik Gome, di bawah perlindungan pastor setempat.

Kontak senjata juga kembali terjadi pada Senin, 26 Mei 2025, sekitar pukul 04.20 Waktu Papua. Dalam baku tembak tersebut, di informasikan dua anggota TNI dilaporkan gugur di wilayah utara Gome, tepatnya di Kampung Towenggi, sekitar pukul 05.15 Waktu Papua. Namun sejauh ini pihak media belum bisa mendapatkan info resmi dari pihak TNI.

Gusby Waker juga mengungkapkan, ketegangan yang tak terkendali memicu pembakaran rumah-rumah warga di beberapa kampung, yakni Towenggi, dan Walenggaru. Selain itu, dua helikopter milik TNI dilaporkan digunakan untuk melancarkan serangan udara di sekitar permukiman warga sipil di Distrik Gome.

Baca Juga  Panglima OPM Damianus Yogi : Kami Siap Perang Menghadapi Taktik Apa Pun dari TNI

Menanggapi situasi ini, Panglima Tertinggi West Papua Army, Jenderal Demianus Magai Yogi, menegaskan bahwa konflik bersenjata yang terjadi di Gome merupakan bagian dari perlawanan pasukan TPNPB–OPM West Papua Army.

“Kami bertanggung jawab atas perang ini, namun kami menekankan bahwa semua pihak harus menjunjung tinggi hukum humaniter internasional. TNI seharusnya menggunakan jalur darat dalam operasi militernya, bukan helikopter yang membahayakan warga sipil,” ujar Jenderal Yogi.

Ia menilai penggunaan helikopter oleh TNI dalam operasi di Gome telah menyebabkan warga sipil menjadi sasaran, sehingga melanggar prinsip-prinsip dasar hukum perang yang melindungi penduduk sipil.

Hingga berita ini diturunkan, kontak senjata masih berlangsung. Informasi resmi lanjutan akan diumumkan setelah koordinasi lebih lanjut dengan Komandan Lapangan Perang.(Vull / Mogouda Yeimo]

Share :

Baca Juga

BERITA

Patroli Gabungan Brimob–Polres Jaktim Gagalkan Tawuran dan Balap Liar Dini Hari, Sejumlah Senjata Tajam Disita

BERITA

Nekat Jadi Tentara Bayaran Rusia, Bripda Rio Dipecat Tidak Hormat

BERITA

Menakar Nahkoda Baru USK 2026-2031 : Antara Keberlanjutan dan Akselerasi Global

BERITA

Polsek Batuceper Ungkap Peredaran 2.160 Butir Tramadol, Dua Pelaku Diamankan

BERITA

Polisi Bongkar Peredaran Sediaan Farmasi Ilegal, Ratusan Butir Obat Keras Disita

BERITA

Sopir Truk Asal Sukabumi Ditemukan Meninggal di Nagan Raya

BERITA

Wakil Wali Kota Lhokseumawe Hadiri Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Aceh Utara

BERITA

Kapolri Beri Apresiasi ke Atlet Polri dan Non-Polisi yang Berprestasi di Sea Games 2025