MEDIALITERASI.ID | RIYADH — Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan rudal dan drone terkoordinasi terbesar ke wilayah Arab Saudi dalam tiga tahun terakhir. Serangan pada Selasa (15/9/2026) malam menyasar empat kota di selatan Kerajaan dan bahkan mendekati Kota Suci Makkah.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi, sistem pertahanan udaranya mencegat satu drone yang terbang dari arah Yaman menuju Makkah sekitar pukul 18.50 waktu setempat. Puing-puing drone dan rudal pencegat dilaporkan jatuh di sebelah selatan kota.
“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaahnya merupakan garis merah yang tidak dapat ditawar,” kata Juru Bicara Koalisi Brigjen Turki Al-Maliki, Rabu (16/9/2026).
Serangan ini merupakan upaya kedua Houthi menargetkan Makkah setelah upaya serupa pada 27 Juli 2017.
Empat Kota Selatan Jadi Sasaran
Selain Makkah, serangan juga menghantam wilayah Khamis Mushait, Abha, Taif, dan Jazan.
Rekaman stasiun televisi Al-Ekhbariya memperlihatkan sejumlah rumah rusak dengan dinding runtuh dan kawah besar akibat ledakan.
Badan berita resmi Saudi SPA melaporkan sedikitnya 13 warga sipil luka ringan hingga sedang, sementara laporan lain menyebut korban mencapai 73 orang termasuk perempuan dan anak-anak. Sebanyak tujuh rumah dan dua kendaraan sipil rusak.
Kementerian Energi Arab Saudi juga menyebut beberapa fasilitas energi dan utilitas terbakar, termasuk kilang Aramco di Jazan. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi serangan tersebut dan mengklaim menargetkan hanggar pesawat, radar, landasan pacu, dan gudang amunisi di Pangkalan Udara Khamis Mushait.
Houthi mengancam akan melancarkan serangan yang lebih luas jika serangan udara Saudi ke Yaman tidak dihentikan.
Balasan dan Perebutan Bab el-Mandab
Eskalasi ini terjadi di tengah memanasnya pertempuran darat di pesisir barat Yaman. Koalisi Saudi dilaporkan melancarkan 54 hingga 129 serangan udara ke posisi Houthi dalam 48 jam terakhir.
Di saat bersamaan, Houthi mengumumkan keberhasilan menguasai Pelabuhan Mocha dan Pulau Perim (Barim) yang strategis di Selat Bab el-Mandab.
Penguasaan pulau di tengah selat tersempit Laut Merah itu dinilai memperkuat posisi Houthi untuk mengancam pelayaran internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Koalisi menegaskan akan membalas serangan sesuai hukum internasional untuk melindungi kedaulatan kerajaan dan keselamatan warga sipil.
“Komando Pasukan Gabungan akan menangani serangan-serangan ini secara bertanggung jawab dan secara tegas,” tegas Al-Maliki. (*)







