Home / ACEH / BERANDA / BERITA / BUDAYA / POLITIK / RELIGI / SOSIAL

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:05 WIB

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

MEDIALITERASI.ID | PEUREULAK – Dari tanah Makam Sultan Gampong Bandrong, seruan itu menggema. Peureulak bukan sekadar nama kecamatan. Ia adalah “Bandar Khalifah”, saksi bisu masuknya Islam pertama ke Asia Tenggara. Momentum 1 Muharram 1448 H jadi panggung kebangkitan itu.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., http://M.Si., menegaskan komitmennya saat menghadiri Semarak 1 Muharram dan Haul Sultan Alaiddin Said Maulana Abdul Aziz Syah ke-1224, Selasa 16/6/2026. Ribuan warga memadati kawasan bersejarah yang untuk pertama kalinya digelar skala besar di lokasi makam Sultan Peureulak.

“Ini momentum sejarah yang tidak boleh dilupakan kita dan generasi akan datang,” tegas Al-Farlaky di hadapan jamaah zikir dan santunan 100 anak yatim.

Merawat Warisan, Menyatukan Umat, Membangun Peradaban

Itu tema yang diusung tahun ini. Bukan seremoni biasa. Ada napak tilas, tausiah Islami, doa bersama, dan pelibatan pelajar SMA/SMK sebagai duta sejarah digital. Bupati sengaja mengubah format peringatan agar 1 Muharram tak sekadar hitungan kalender, tapi titik balik kesadaran.

Baca Juga  Perum Bulog Kanca Kutacane Salurkan TJSL

Al-Farlaky mengingatkan bahaya lupa sejarah. Banyak fakta besar Peureulak perlahan terkubur, berubah jadi “dongeng” karena tak pernah ditulis dan diajarkan. Padahal amanah hari ini ada di pundak generasi sekarang.

“Kita tidak ingin sejarah Islam Asia Tenggara yang berpusat di Bandar Khalifah Peureulak terkubur zaman. Kita punya tanggung jawab moral mewariskannya ke anak cucu,” ujarnya.

Gagasan Besar: Kilometer Nol Peradaban Islam Asia Tenggara

Sebagai putra asli Peureulak, Bupati melontarkan gagasan yang akan dikaji serius: menjadikan Peureulak sebagai “titik nol” atau kilometer nol peradaban Islam Asia Tenggara.

Langkahnya tak main-main.

Pemkab Aceh Timur akan siapkan naskah akademik komprehensif, telusuri artefak dan peninggalan Kerajaan Islam Peureulak, lalu dorong pengakuan resmi ke Pemerintah Provinsi Aceh hingga Kementerian terkait.

Baca Juga  Satu Hektar Ladang Ganja di Blang Sukon Dimusnahkan Tim Gabungan Polres Pidie Jaya

“Kita libatkan akademisi, sejarawan, ulama, hingga pemerintah pusat. Cita-cita ini harus diwujudkan secara resmi,” kata Al-Farlaky.

Ia menantang tokoh masyarakat, camat, ulama, dan cendekiawan merumuskan apa yang akan dibangun di kawasan Bandar Khalifah. Targetnya jelas: pusat aktivitas keislaman, pendidikan, dan peradaban yang hidup, bukan monumen mati.

Generasi Emas Jadi Garda Depan Digital 

Pesan khusus Bupati tertuju ke pelajar yang hadir. “Kalian generasi emas yang melanjutkan estafet. Dokumentasikan, ceritakan, perkenalkan sejarah Peureulak ke dunia. Jangan sampai warisan besar ini hilang ditelan zaman,” pesannya.

Antusiasme warga jadi bukti semangat menjaga warisan Islam masih menyala. “Ini bukan kepentingan satu orang. Ini kepentingan bersama menjaga identitas dan sejarah daerah kita,” tutup Al-Farlaky.

Peureulak bergerak. Dari makam Sultan ke panggung peradaban. Dari sejarah yang hampir lupa, menuju kebangkitan yang dirancang bersama.

 

(AYD)

Share :

Baca Juga

MANACANEGARA

Drone Houthi Sasar Makkah, Serangan Terbesar ke Arab Saudi Sejak 2022 Pecah di 4 Kota

ACEH

Pohon Lapuk di Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Soroti Respons Pemkab Aceh Timur

BERITA

Polisi Amankan Pria yang Diduga Aniaya Perempuan di Senayan City

ACEH

Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Sampaikan Dukungan Investasi kepada Komisi III DPR RI

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

BERITA

Wakapolri: Kapolri Cup II Dorong Indoor Skydiving Indonesia Mendunia

BERITA

Dua Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Curug, Polisi Sita Senjata Api Rakitan

BERITA

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah