MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Kapolri memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah perwira tinggi Polri, termasuk jabatan Kapolda Aceh, di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Dalam sertijab tersebut, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. resmi dilantik sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah. Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas serta regenerasi kepemimpinan.
Selain Kapolda Aceh, Kapolri juga melantik lima Kapolda lainnya, yakni Kapolda Sumatera Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Barat Daya.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan pengembangan karier di tubuh Polri.
“Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujar Johnny.
Menurutnya, mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat kewilayahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Irjen Pol. Ruddi Setiawan bukan sosok baru bagi jajaran Polda Aceh. Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 itu pernah menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh pada 2021. Setelah itu, kariernya berlanjut di Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai Direktur Intelijen BNN dan kemudian dipercaya menjabat Direktur Narkotika BNN. Sebelum dilantik sebagai Kapolda Aceh, ia mengemban tugas sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri. Pengalaman panjangnya di bidang reserse dan pemberantasan narkotika diharapkan menjadi bekal dalam memimpin Polda Aceh serta memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
Johnny berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugasnya, melanjutkan program-program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
“Kami berharap para pejabat yang diberikan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” tutup Johnny.
Pergantian Kapolda Aceh diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Aceh, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di provinsi Aceh. (HR)







