Medialiterasi.id | Miami – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan tidak ada pertandingan mudah di babak gugur Piala Dunia 2026. Pernyataan itu muncul setelah Argentina dipaksa bekerja keras 120 menit sebelum menang dramatis 3-2 atas tim debutan Tanjung Verde di babak 32 besar, Senin 4 Mei 2026.
Argentina dua kali kehilangan keunggulan sepanjang laga. Tim asal Afrika itu bahkan sempat memaksa pertandingan berlanjut ke extra time lewat gol spektakuler Sidny Lopes Cabral.
“Ini untuk mereka yang mengatakan kami mendapat jalur mudah di bagan turnamen,” ujar Scaloni kepada wartawan usai laga, dikutip dari Reuters.
“Tentu kami pantas menang dan lolos, tetapi ini adalah pertandingan yang sangat sulit,” lanjutnya.
Kelelahan dan Kondisi Lapangan Jadi Keluhan: Scaloni mengaku para pemainnya menguras tenaga penuh untuk mengamankan tiket ke 16 besar.
“Mereka mengakhiri pertandingan dalam kondisi benar-benar kelelahan. Terlalu banyak menit bermain, bahkan beberapa mengalami kram,” kata pelatih 48 tahun itu.
“Tetapi ketika bermain sepenuh hati, mereka bisa mengatasi apa pun. Para pemain menunjukkan daya juang,” tambahnya.
Selain faktor fisik, Scaloni juga menyoroti kondisi lapangan yang dinilai tidak ideal.
“Lapangannya terasa berbeda, bola tidak mengalir seperti yang biasa kami rasakan. Kondisinya benar-benar tidak ideal. Saya pikir kami mampu menjawab tantangan,” ujarnya.
Mental Juara dan Pujian untuk Tanjung Verde: Saat ditanya apakah status favorit menjadi beban, Scaloni menepisnya. Ia justru menyorot karakter tim.
“Tidak. Hal terbaik dari tim ini adalah mereka terus berjuang, terus maju, dan terus menyerang dengan sepenuh hati,” ucapnya.
Pelatih Argentina itu juga memberi apresiasi tinggi kepada Tanjung Verde yang tampil di luar dugaan.
“Tanjung Verde memberikan 200 persen kemampuan mereka. Dalam sepak bola, itu bisa menyamakan kualitas,” kata Scaloni.
“Saya hanya ingin pertandingan segera berakhir. Anda melihat sendiri betapa indahnya gol yang mereka cetak. Saya sebenarnya lebih tenang daripada yang terlihat.”
Bagi Scaloni, laga ini juga mencerminkan jati diri sepak bola Argentina.
“Apa artinya menjadi orang Argentina? Artinya harus siap menderita,” tegasnya.
“Saya yakin kami keluar dari pertandingan ini sebagai tim yang lebih kuat. Ada sesuatu yang istimewa dari jersey ini. Kami akan terus melangkah,” tutupnya.
Kemenangan ini mengantar Argentina ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara Tanjung Verde harus angkat koper meski tampil memukau di debut Piala Dunia pertamanya.(AYD)







