Home / ACEH / BERANDA / BERITA / BUDAYA / FIGURE / SOSIAL

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Musisi Aceh Timur Maimunzir Rilis “Gas Beracun”, Suarakan Dampak Dugaan Polusi Industri ke Warga

Lagu rock balada ini terinspirasi dari warga yang sesak napas hingga dirawat di RS akibat paparan udara

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Musisi dan pegiat sosial Maimunzir yang akrab disapa Bang Gaes merilis karya terbaru berjudul “Gas Beracun” pada pekan ini. Lagu bergenre rock balada itu mengangkat keresahan warga yang terdampak dugaan pencemaran udara akibat aktivitas industri di lingkungan tempat tinggal mereka.

Berbeda dari karya hiburan, “Gas Beracun” disusun sebagai kritik sosial. Lewat lirik, Bang Gaes menggambarkan kondisi warga yang mengalami sesak napas, terpaksa mengungsi, hingga dilarikan ke rumah sakit karena diduga terpapar gas beracun.

“Lagu ini terinspirasi ketika saya beberapa kali meliput warga yang harus mengungsi, bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga terpapar gas beracun,” ujar Bang Gaes.

Baca Juga  Polri Gelar Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2024, 700 Atlet Akan Berlaga Besok

Lirik seperti ‘Setiap tarikan nafas rasa terbakar’ dan ‘Hidup dalam gempuran gas beracun’ menjadi simbol penderitaan warga yang merasa kehilangan hak atas lingkungan sehat. Lagu ini juga menyoroti pihak yang dinilai mengabaikan keselamatan masyarakat demi kepentingan ekonomi. Salah satu bait menyebut racun tidak datang dari langit, melainkan dari asap pabrik yang terus mengepul.

Dari sisi musikalitas, aransemen memadukan nuansa rock balada dengan sentuhan piano melankolis untuk memperkuat suasana kelam sesuai pesan lirik. Proses produksi melibatkan musisi lokal Aceh Timur. Rekaman dilakukan di Sultan Studio.

Baca Juga  KPK Menyatakan Hasto Pernah Meminta Pegawainya Merendam HP Sebelum Diperiksa

“Gas Beracun” merupakan hasil kolaborasi Maimunzir dan Safwan sebagai pencipta lagu. Maimunzir bertindak sebagai vokalis utama, didukung Ebon pada gitar, Safwan pada piano, dan Yus pada bass.

Bang Gaes berharap lagu ini menjadi pengingat bahwa pembangunan dan investasi harus tetap memperhatikan keselamatan manusia serta kelestarian lingkungan. “Melalui musik saya ingin menyampaikan pesan kemanusiaan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan hak masyarakat untuk menghirup udara bersih,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, pihak perusahaan yang disorot dalam karya tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran udara. (AYD)

Catatan redaksi: Lirik dan narasi lagu merefleksikan pandangan pencipta. Asas praduga tak bersalah berlaku bagi pihak yang disebut.

Share :

Baca Juga

ACEH

Duka Pante Panah: Sambaran Petir Tewaskan 1 Orang, 2 Korban Dirawat di RSUD Zubir Mahmud*

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kebut Huntap Pascabanjir: Data Harus Akurat, Kualitas Jangan Dikompromi

ACEH

Mualem Rotasi Nasir dari Sekda ke Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh

ACEH

Dibawa ke Lahan Kosong Belakang Sekolah, Siswa SMAN di Bener Meriah Dikeroyok Senior Hingga Kritis

ACEH

Pemerintah Aceh Bantah Isu Fadhlullah Jadi Plh Gubernur: Mualem Berhalangan, Dek Fad Jalankan Tugas

BERITA

Studi BRIN: Tsunami Pangandaran 2006 Bisa Capai 8 Meter Lebih karena Gempa Megathrust dan Longsor Laut

BERITA

MoU Helsinki 21 Tahun: Ketika Simbol Dipersoalkan, Tapi Keadilan Rakyat Aceh Diabaikan

ACEH

30 Ibu Rumah Tangga di Aceh Timur Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif dari TP PKK