Home / BERITA

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:15 WIB

Pengadilan Tinggi Banda Aceh Kuatkan Putusan RS PMI Aceh Utara Wajib Bayar Rp2 Miliar Lebih kepada Rekanan

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Pengadilan Tinggi Banda Aceh menguatkan putusan Pengadilan Negeri Lhokseumawe yang menghukum Rumah Sakit PMI Aceh Utara untuk membayar kewajiban kepada rekanan kontraktor senilai lebih dari Rp2 miliar. Putusan tersebut sekaligus menolak upaya banding yang diajukan oleh pihak Ketua PMI Aceh Utara selaku Direktur Rumah Sakit PMI Aceh Utara.

Putusan itu tertuang dalam perkara perdata Nomor 40/PDT/2026/PT BNA. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang diketuai oleh Nurmiati menyatakan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Lhokseumawe serta menolak argumentasi yang diajukan dalam memori banding oleh pihak rumah sakit.

Perkara tersebut bermula dari gugatan wanprestasi yang diajukan oleh Abdullah, Direktur Utama PT Peugot Kontruksi, melalui kuasa hukumnya, Fakhrurrazi dan tim advokat dari YLBH Cahaya Keadilan Rakyat Aceh (CAKRA).

Baca Juga  PMI Aceh Utara Lepas Keberangkatan Kontingen Ikuti Jumbara PMR di Aceh Tamiang

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai pihak RS PMI Aceh Utara terbukti melakukan wanprestasi terkait sisa pembayaran pekerjaan rehabilitasi gedung di lingkungan rumah sakit serta pengembalian dana talangan yang dipinjam dari pihak rekanan.

Ketua YLBH CAKRA, Fakhrurrazi, menyatakan sejak awal pihaknya meyakini gugatan yang diajukan kliennya memiliki dasar hukum yang kuat dan didukung bukti yang sah di persidangan.

“Majelis Hakim Tingkat Pertama tidak salah dan keliru menerapkan hukum. Semua fakta yang diajukan berdasarkan bukti surat dan saksi telah dipertimbangkan secara tepat dan benar, sehingga sudah sepatutnya putusan tersebut dikuatkan di tingkat banding,” ujar Fakhrurrazi.

Berdasarkan putusan tersebut, RS PMI Aceh Utara diwajibkan membayar sisa biaya pekerjaan rehabilitasi gedung dan dana talangan sebesar Rp1.688.454.000. Selain itu, rumah sakit juga dihukum membayar bunga sebesar 6 persen per tahun selama empat tahun dengan nilai Rp405.228.960.

Baca Juga  YLBH CaKRA Menangkan Gugatan Wanprestasi, RS PMI Aceh Utara Dihukum Bayar Utang Rp2 Miliar

Dengan demikian, total kewajiban yang harus dibayarkan oleh pihak rumah sakit kepada Abdullah selaku Direktur Utama PT Peugot Kontruksi mencapai Rp2.093.682.960.

Putusan tingkat banding tersebut ditandatangani secara elektronik dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada Selasa, 2 Juni 2026, oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Pihak penggugat menyambut baik putusan tersebut dan menilai putusan tingkat banding telah memberikan kepastian hukum atas hak-hak yang menjadi objek sengketa dalam perkara tersebut. (Mtz)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Bareskrim Gagalkan 86,3 Kg Sabu dan 5.171 Butir Ekstasi Jaringan Lintas Riau-Sumsel, 6 Tersangka Ditangkap

BERITA

Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Laksanakan Program Qira’atul Qur’an di Gampong Kuala Keureutoe

BERITA

Tingkatkan Literasi Komunikasi, Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Latih Public Speaking Anak Desa Baroh Kuta Bate

BERITA

Publikasi Digital Dana Desa di Aceh Utara Dinilai Tingkatkan Transparansi, Wartawan Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

BERANDA

Ditemukan Pola Terorganisir di Balik Viral Kembali Video Demo Mahasiswa, Kata Monash University

ACEH

PKB Aceh Timur Buka Rekrutmen Pengurus DPAC 2026-2031, Ajak Kader dan Masyarakat Bergabung

ACEH

PGRI Salurkan Bantuan untuk 58 Guru Korban Banjir di Nurussalam Aceh Timur

BERANDA

Bom Waktu di Bawah Tanah: Deretan Kebakaran Sumur Minyak Ilegal dari Blora hingga Aceh