“Pancasila Kompas Moral Bangsa”, Forkopimda hingga Pelajar Ikrar Jaga Persatuan di Tengah Ketidakpastian
Medialiterasi.id | Aceh Timur – Semangat kepahlawanan para pendiri bangsa kembali dikobarkan di Lapangan Sekdakab Aceh Timur, Selasa 2/6/2026. Wakil Bupati T. Zainal Abidin, http://S.Pd.I., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung khidmat.
Upacara diikuti Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, dan masyarakat. Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. turut hadir. Momentum 1 Juni itu dijadikan Wabup untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai kompas moral menuju Indonesia lebih baik.
Teladani pengorbanan pendiri bangsa
Dalam amanatnya, Zainal Abidin mengajak seluruh peserta meneladani semangat juang para perumus Pancasila. Menurutnya, lahirnya dasar negara 79 tahun lalu adalah buah konsensus besar para pahlawan demi masa depan Indonesia.
“Kita kembali memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momen bersejarah ketika dasar negara dirumuskan pendiri bangsa. Saat itulah dicapai konsensus besar demi masa depan Indonesia, terkhusus Aceh Timur,” tegasnya.
Wabup menekankan, nilai persatuan dalam kebhinekaan yang diwariskan para pahlawan adalah kekuatan utama bangsa. Semangat itu harus dihidupkan lagi untuk menjawab tantangan zaman.
Pancasila kompas hadapi ketidakpastian
Zainal Abidin menegaskan relevansi Pancasila di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Tema Harlah Pancasila 2026 “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia yang Lebih Baik” disebut bukan sekadar slogan.
“Ternyata Pancasila inilah yang memperkenankan kita bersatu di tengah gelombang dinamika kehidupan sehari-hari yang penuh ketidakpastian. Tema hari ini adalah komitmen kita bersama agar perjalanan bangsa menuju 100 tahun kemerdekaan dipandu nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Usai amanat, doa bersama dipanjatkan. Upacara ditutup dengan lagu “Andhika Bhayangkari”, laporan Komandan Upacara, dan Salam Kebangsaan. Seluruh rangkaian berjalan tertib, mencerminkan penghormatan tinggi terhadap Pancasila sebagai fondasi negara.
Peringatan ini menjadi pengingat: kepahlawanan tidak berhenti di medan perang. Menjaga persatuan, toleransi, dan gotong royong di tengah perbedaan adalah wujud pahlawan masa kini. (AYD)







