Home / BERITA

Minggu, 6 Juli 2025 - 14:08 WIB

Merawat NKRI dari Pesantren: Pancasila sebagai Tameng Radikalisme

MEDIALITERASI.ID | MEDAN  – Di balik pagar tinggi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan, ratusan santri duduk khusyuk mendengarkan sosok yang tak asing bagi dunia deradikalisasi nasional. Ustaz Rony Syamsuri Lubis. Mantan narapidana terorisme yang kini menjadi ujung tombak penyebaran nilai-nilai kebangsaan ini berbicara lantang soal bahaya paham radikal dan intoleransi di kalangan remaja.

“Santri itu polos. Mereka sedang mencari jati diri, sosok panutan, dan ideologi yang mereka anggap benar. Di sinilah mereka menjadi sasaran empuk kelompok radikal,” ujar Ustaz Rony dalam paparannya bertajuk

“Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila Guna Mencegah Penyebaran Paham Radikal dan Intoleransi”, Sabtu siang itu.

Didampingi Ustaz Rudiansyah selaku perwakilan pimpinan pondok, Ustaz Rony menguraikan bagaimana ideologi terorisme bisa menyusup lewat celah-celah persoalan sosial. Ketimpangan ekonomi, pendidikan kebangsaan yang rendah, hingga kekecewaan terhadap pemerintah menjadi titik lemah bangsa yang kerap dimanfaatkan oleh penyebar paham ekstrem.

Baca Juga  SAYA PANCASILA, ANDA SIAPA?

“Ketika keadilan tidak dirasakan, narasi kekerasan menjadi pintu masuk. Ketidakadilan itu subur bagi radikalisme,” ujarnya dengan nada tegas namun reflektif.

Perjalanan Ustaz Rony sendiri bukan tanpa luka. Ia mengingat dengan jelas detik-detik penangkapannya sebagai pelaku teror. “Itu titik balik saya. Saya sadar, ada kekuatan asing yang ingin membuat Indonesia tidak stabil. Mereka tidak perlu menyerang dengan senjata, cukup menyusupkan ideologi,” tuturnya.

Kini, sebagai Ketua Ex-Ternal (Ex-Terrorist Internal Alliance) wilayah Sumatera Utara, Rony menjadikan pengalamannya sebagai alat untuk menyadarkan generasi muda. Ia menekankan bahwa Pancasila adalah jawaban paling ampuh menghadapi infiltrasi ideologi asing yang merusak.

Baca Juga  MTQ HUT TPA Al-Falah Gampong Buket ke-34 Resmi Dibuka Ketua DPRK Aceh Utara

“Pancasila mencakup spiritualitas, toleransi, adab, nasionalisme, demokrasi, hingga pemerataan keadilan. Nilai-nilai ini jika ditanamkan kuat, tidak akan ada celah bagi paham radikal,” katanya.

Di akhir sesi, Ustaz Rony menyuarakan harapan besarnya kepada para santri dan generasi muda di Kota Medan untuk ikut menjadi bagian dari benteng bangsa.

“Jangan hanya hafal Pancasila, tapi tanamkan dalam hati. Jadilah generasi yang cinta damai dan cinta tanah air,” pungkasnya.

Pesantren hari itu tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tapi juga medan tempur sunyi bagi perjuangan ideologis yang lebih besar, menjaga Indonesia tetap damai dan utuh dalam bingkai Pancasila. (Tim)

Share :

Baca Juga

BERANDA

SIU! Saya Kembali!” Ronaldo Hattrick Rekor, Bawa Portugal Pesta 5-0 di Piala Dunia 2026

ACEH

16 Penggalang Aceh Timur Tuntas Digembleng, Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional 2026

BERANDA

Kejagung Tolak Status JC Sony Sonjaya, Dinyatakan Pelaku Utama Korupsi Program MBG

ACEH

Cek Mad Tunggu Jamaah Haji Julok Sampai Tengah Malam, Selawat dan Doa Sambut Tamu Allah

ACEH

Ny Lismawani, Istri Bupati Al-Farlaky Raih Gelar Doktor

BERANDA

PMI (Pekerja Migran Indonesia) Asal Aceh Tamiang Tewas Dibunuh di Malaysia, Bayi Berumur Hari Ikut Jadi Korban

BERANDA

Cinta Ibu Lintas Batas: Vozinha & Sang Bunda Rayakan Sejarah Cape Verde di Piala Dunia 2026

BERITA

Polda Jambi Sediakan 1.000 Lowongan Kerja Melalui Bhayangkara Presisi Job Fair 2026