Foto – Camat Julok H. Muhammad Ishak meninjau lokasi kebakaran lahan tidur di Gampong Tumpok Teungoh, Kec. Julok, Aceh Timur, Senin 1/6/2026.
Api menjalar dari Gampong Ujong Tunong ke Tumpok Teungoh. Damkar Aceh Timur padamkan 2 titik dalam beberapa jam
Medialiterasi.id | Aceh Timur – Kebakaran lahan seluas 3 hektare terjadi di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Minggu 31/5/2026. Api berhasil dipadamkan setelah sejumlah armada Pemadam Kebakaran Pemkab Aceh Timur dikerahkan ke lokasi.
Camat Julok H. Muhammad Ishak meninjau langsung lokasi kebakaran, Senin 1/6/2026. Ia menyebut kebakaran terjadi di 2 dusun: Dusun Kubu Tungku seluas 2 hektare dan Dusun Kuta Tuha seluas 1 hektare.
“Lahan di Kubu Tungku milik almarhum Muhammad Jamil, H. Budiman, dan Tgk Ridwan. Sementara di Kuta Tuha milik Tgk Muhammad Nur, Agustiar, T. Mahdi, serta Muhammad Amin,” jelas Ishak.
Api awalnya dari desa tetangga
Berdasarkan laporan Keuchik Tumpok Teungoh, api awalnya muncul di Gampong Ujong Tunong sejak 3 hari sebelumnya, lalu merambat ke Tumpok Teungoh.
Saat Damkar memadamkan titik pertama, salah seorang petani justru membakar jerami di sawah. Akibatnya api menjalar ke lahan tidur dan memicu titik kebakaran kedua.
“Melihat api membesar, keuchik langsung hubungi Damkar. Setelah beberapa jam, dua titik api padam sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Ishak, mantan Kasubbag Humas Setdakab Aceh Timur.
Masyarakat mengapresiasi respons cepat Bupati Aceh Timur dan gerak cepat petugas Damkar sehingga api tidak meluas.
Camat imbau pasang spanduk larangan bakar
Ishak mengingatkan seluruh keuchik di Julok untuk memasang spanduk larangan membakar sampah dan jerami di ladang. Imbauan itu penting memasuki musim kemarau yang rawan karhutla.
“Baru-baru ini kita sosialisasikan Karhutla di Julok. Desa yang bersinggungan dengan hutan dan lahan kosong sudah dapat spanduk larangan bakar. Jangan lagi bakar jerami atau sampah sembarangan karena berpotensi picu kebakaran besar,” tegasnya.
Camat juga mengaku sudah melaporkan kejadian ke Bupati dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
BMKG Aceh memperkirakan musim kemarau puncak terjadi Juli-Agustus 2026. Warga diminta waspada dan melapor cepat jika melihat titik api ke Damkar 113. (AYD)







