Home / BERITA / POLITIK

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:30 WIB

Lebih dari 100 Warga Israel Terluka akibat Serangan Rudal Iran di Arad dan Damona

MEDIALITERASI.ID | ISRAEL – Lebih dari 100 warga sipil  Israel dilaporkan terluka setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah selatan Israel, termasuk Kota Arad dan Dimona, pada Minggu. (22/03/2026)

Serangan tersebut merupakan aksi balasan Teheran setelah fasilitas nuklirnya di Natanz diserang dalam operasi udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Di Arad, sedikitnya 88 orang terluka, termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun. Sepuluh korban dilaporkan dalam kondisi serius, sementara sejumlah bangunan mengalami kerusakan luas.

Sementara itu, serangan di Dimona mengakibatkan 59 orang terluka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang dilaporkan dalam kondisi kritis. Kota ini merupakan lokasi Shimon Peres Negev Nuclear Research Center, fasilitas yang diduga terkait program nuklir Israel, meski belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah.

Baca Juga  AS Tolak Visa Staf Timnas Iran, Teheran Tuding Diskriminasi Jelang Piala Dunia 2026

Petugas medis dari United Hatzalah, Tomer Segev, menyebut situasi di lapangan sangat sulit. Ia mengaku harus menangani puluhan korban dalam waktu singkat saat tiba di lokasi.

Serangan ini sempat memicu kekhawatiran bahwa Iran menggunakan jenis rudal baru yang mampu menembus sistem pertahanan udara Israel. Namun, juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, membantah hal tersebut dan memastikan rudal yang digunakan bukan jenis baru.

“Sistem pertahanan udara beroperasi, tetapi tidak berhasil mencegat rudal tersebut. Kami akan menyelidiki insiden ini,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan doa bagi para korban dan menegaskan bahwa Israel akan terus melanjutkan serangan terhadap musuh-musuhnya di berbagai front.

Ia juga telah berkomunikasi dengan Wali Kota Arad, Yair Maayan, untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal.

Baca Juga  Khamenei Tuduh AS dan Israel Dalang Ribuan Korban Tewas dalam Protes Iran

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, turut meninjau lokasi serangan dan menyatakan bahwa konflik melawan Iran harus terus dilanjutkan hingga mencapai kemenangan.

Dampak serangan juga dirasakan di sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Israel, Yoav Kisch, mengumumkan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka di sekolah-sekolah.

Sebelumnya, sekolah-sekolah di sejumlah wilayah baru saja dibuka kembali setelah ditutup selama dua pekan sejak pecahnya konflik antara Iran dan Israel.

Di wilayah utara, kelompok Hezbollah yang didukung Iran dilaporkan melukai sedikitnya 19 orang dalam serangan terpisah terhadap pusat-pusat sipil.

Selain itu, sebuah taman kanak-kanak di Kota Rishon Lezion mengalami kerusakan akibat rudal klaster pada Sabtu pagi. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Perkembangan Penanganan Kasus Video Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Idi Tunong, Polisi Jelaskan Alasan Belum Menahan Tersangka

ACEH

Piala Bupati Aceh Timur Cup II Sukses Digelar, Darul Ihsan Juara Lewat Drama Adu Penalti

ACEH

Bupati Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev  Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

ACEH

Kabid SMP Suhaimi Jadi “HERO” Pembinaan Sepak Bola Pelajar, GSI Tingkat SMP Aceh Timur Lahirkan Juara Baru

ACEH

Miris! Tersangka Pengeroyokan Anak 14 Tahun di Aceh Timur Belum Ditahan, Kuasa Hukum: Jangan Ada Main Mata

ACEH

BPMP Aceh dan Disdikbud Aceh Timur Gelar Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran PAUD dan SD

ACEH

Gayo Lues Digoyang Gempa 5,6 Magnitude, Getaran Terasa hingga ke Idi Rayeuk 

BERANDA

Kepala BGN Nanik Sudaryati Mundur karena Alami Sakit Jantung, Ditunjuk Prabowo Pimpin Dewan Pengawas