Home / BERITA / KRIMINAL

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:24 WIB

Wanita Penjual Pinang di Dekai Ditikam OTK, Aparat Tegaskan Tak Tolerir Kekerasan terhadap Warga Sipil

Foto Ilustrasi AI

MEDIALITERASI.ID | YAHUKIMO – Seorang wanita penjual pinang menjadi korban penganiayaan berat oleh dua orang tak dikenal (OTK) di Kompleks Ruko Blok A, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (17/2/2026). Korban mengalami dua luka tusuk di bagian pundak kanan dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Dekai.

Korban berinisial E-K (33), perempuan asal Nusa Tenggara Timur, sehari-hari berjualan pinang di kawasan Distrik Dekai untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Peristiwa terjadi saat korban sedang melayani pembeli di lapaknya. Dua pria datang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dari arah jalan raya dan berhenti di samping lapak korban. Salah satu pelaku diketahui pernah menjadi pelanggan korban. Namun, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menikam korban sebanyak dua kali sebelum melarikan diri ke arah Kantor Pos.

Baca Juga  Satu Tewas dan Empat Luka dalam Penembakan di Nabire : Keluarga Desak Komnas TPNPB Bertanggung Jawab

Mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan dari Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan BKO Brimob Polda Papua langsung menuju lokasi dan rumah sakit untuk memastikan kondisi korban, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan analisis awal dan keterangan saksi terkait ciri-ciri pelaku, aparat menduga adanya keterkaitan dengan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo. Kelompok tersebut sebelumnya diduga terlibat dalam aksi pembakaran Ruko Blok A pada 14 Februari 2026. Dugaan ini masih didalami untuk memastikan motif dan jaringan pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir tindakan kekerasan terhadap warga sipil.

Baca Juga  Kubu Paslon Cawagub Sulawesi Andalan Hati Siapkan Tim Hukum Hadapi Gugatan DIA

Ia menyatakan setiap aksi kekerasan terhadap masyarakat, khususnya perempuan yang sedang mencari nafkah, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan pelaku akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, mengatakan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh alat bukti yang tersedia. Aparat juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang masuk dalam daftar pencarian. Pengamanan di sekitar Ruko Blok A dan wilayah Dekai diperketat guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (MH)

Share :

Baca Juga

BERITA

BI Aceh Serahkan Lima Ton Limbah Uang Rusak ke SBA untuk Bahan Bakar Alternatif Semen

BERANDA

Dua Warga Aceh Didakwa Selundup 147 Kg Sabu di Perairan Pulau Pinang, Terancam Hukuman Mati

BERANDA

Pilot Malaysia Airlines Tersangka Selundup 25,1 Kg Ekstasi, Terbang dengan 170 Penumpang dalam Kondisi Positif Narkoba

BERANDA

Listrik Padam, Ribuan Ayam Mati: Peternak Palangka Raya Lempar Bangkai ke Kantor PLN

ACEH

Al Farlaky Lantik Sejumlah Kepsek dan Kepala Puskesmas, Tekankan Amanah Pelayanan Publik

ACEH

Dandim, Bupati, Kapolres Aceh Timur dan PT Medco Berlaga Bareng di Lapangan Mini Soccer

BERANDA

Artikel Opini “Ya’juj Ma’juj Fans Club” Viral, Soroti Dukungan Publik terhadap Trump dan Netanyahu

ACEH

Banjir Landa Aceh Timur, PGRI Hadir Ringankan Beban 144 Guru di Julok dan Indra Makmu