Home / BERITA

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:10 WIB

Bencana Hidrometeorologi Landa Tiga Daerah di Maluku Utara, Tiga Orang Meninggal dan Ribuan Mengungsi

MEDIALITERASI.ID | TERNATE – Bencana hidrometeorologi akibat curah hujan berintensitas tinggi melanda sejumlah wilayah di Provinsi Maluku Utara. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan warga terpaksa mengungsi setelah banjir bandang, tanah longsor, dan banjir merendam permukiman di Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan.

Data kepolisian hingga Selasa (7/1/2026) mencatat tiga korban jiwa, masing-masing dua orang di Kabupaten Halmahera Barat dan satu orang di Kabupaten Halmahera Utara. Jumlah pengungsi mencapai sekitar 5.000 jiwa di Halmahera Barat dan 1.311 jiwa di Halmahera Utara. Kerugian material sementara ditaksir sebesar Rp4,27 miliar dan masih dalam pendataan petugas gabungan.

Sejak awal kejadian, jajaran Polri bersama unsur pemerintah daerah dan instansi terkait langsung melakukan evakuasi warga dari wilayah rawan, penyelamatan korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Fokus penanganan diarahkan pada keselamatan warga, khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang terdampak langsung bencana.

Baca Juga  VIRAL! Ketua JWI Aceh Timur Ingatkan Seluruh Lelaki: Kasih Nafkah ke Istri Wajib Minta Kwitansi atau Bukti Transfer

Hujan deras yang terjadi sejak Senin (5/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) dini hari juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Jembatan Ake Aru yang menghubungkan Tobelo–Loloda di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, dilaporkan terputus akibat derasnya arus banjir. Kondisi tersebut menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan logistik ke sejumlah desa terdampak.

Selain melakukan pengamanan lokasi, Polri berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi teknis untuk percepatan penanganan darurat serta pembukaan kembali akses transportasi. Di sejumlah titik, personel gabungan juga melakukan pembersihan material lumpur dan longsor yang menutup badan jalan.

Dalam upaya kemanusiaan, bantuan logistik mulai disalurkan ke lokasi terdampak dan pos pengungsian. Di Kabupaten Halmahera Barat, bantuan berupa kebutuhan pangan didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan warga, dengan pengawasan aparat dan pemerintah setempat agar tepat sasaran.

Baca Juga  Bupati Al-Farlaky: Sinergi Polri-TNI Jadi Modal Tarik Investasi di Aceh Timur

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Polri, kata dia, terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan proses evakuasi, pelayanan pengungsi, serta pemulihan pascabencana berjalan optimal.

Untuk mendukung operasi di lapangan, personel dan sarana dikerahkan secara terpadu dari tingkat polsek hingga polda, termasuk dukungan satuan Brimob dan kepolisian perairan guna menjangkau wilayah terdampak yang sulit diakses.

Polda Maluku Utara bersama Forkopimda setempat juga mendirikan posko pengungsian dan pelayanan darurat guna memastikan ketersediaan makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta keamanan lingkungan pengungsian. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mematuhi arahan petugas, dan menghindari wilayah rawan bencana.

Layanan darurat Polri 110 disiagakan selama 24 jam untuk menerima laporan kondisi darurat dan permintaan bantuan dari masyarakat terdampak. (H.R)

Share :

Baca Juga

ACEH

Beda Keterangan TNI dan Warga soal Tiro, Bupati Pidie: Usut Menyeluruh dan Transparan

ACEH

Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan DAK 2024 di Aceh Tamiang Ditahan, Negara Rugi Rp 1,7 Miliar

BERITA

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

INTERNASIONAL

VEDA EGA PRATAMA DI SIRKUIT LUSAIL, QATAR – DARI ANAK ATC SAMPAI BINTANG MOTO3

BERITA

Aktivis HAM Aceh Desak Pangdam IM Evaluasi Personel TNI Terkait Insiden Tiro

BERITA

Jokowi Minta Publik Ikuti Proses Hukum Terkait Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

BERITA

Komnas HAM Selidiki Kericuhan Kenduri Maulid di Pidie yang Tewaskan Seorang Warga

HUKUM

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Ke-4 Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Belum Ditahan Karena Pasca-Stroke