Home / ACEH / HUKUM

Sabtu, 7 November 2026 - 23:27 WIB

Beda Keterangan TNI dan Warga soal Tiro, Bupati Pidie: Usut Menyeluruh dan Transparan

MEDIALITERASI.ID | SIGLI — Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., mendesak insiden berdarah di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, diusut secara menyeluruh dan transparan.

Insiden yang terjadi saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (4/11/2026) sore, itu menewaskan seorang warga, Abzalul Riza (20), warga Gampong Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, dan melukai 13 warga lainnya. Enam personel TNI juga dilaporkan luka-luka.

Pernyataan Bupati disampaikan melalui Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, S.H., CPM., Jumat (6/11/2026).

 “Peristiwa ini harus diusut secara menyeluruh dan transparan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Bupati Sarjani melalui Jubirnya.

Bupati juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan meminta seluruh korban luka mendapatkan pelayanan medis secara optimal.

Jumat malam (6/11/2026), Bupati Sarjani bersama Wakil Bupati Alzaizi, Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, dan rombongan, terlebih dahulu takziah ke rumah duka Abzalul Riza di Tiro, lalu membesuk empat korban yang masih dirawat di RSUD Tgk Abdullah Syafii Beureunuen.

 “Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada tindakan kekerasan yang mengancam nyawa warga, terlebih dalam kegiatan masyarakat yang seharusnya berlangsung aman dan damai,” kata Bupati.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak mudah percaya berita di media sosial yang belum terverifikasi, apalagi yang mencatut namanya untuk memperkeruh suasana.

Dua Versi yang Berbeda

Hingga saat ini, terdapat perbedaan keterangan yang mencuat di publik soal penyebab kematian Abzalul Riza.

Versi TNI AD:

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono, dalam keterangan resmi Kamis (5/11/2026), menyatakan aparat TNI dan Polri sebelumnya sudah melakukan mediasi dengan panitia agar Bendera Bulan Bintang tidak dikibarkan, namun tidak mencapai kesepakatan.

Baca Juga  Silaturahmi Asisten II Sekda Aceh, Dorong Percepatan Pengadaan untuk Dukung Program 2026

Saat penertiban, kata Donny, situasi meningkat setelah terjadi pelemparan batu dan kayu ke arah personel, dan sejumlah orang disebut membawa senjata tajam.

 “Personel berupaya membubarkan massa dengan perlengkapan pengendalian huru-hara. Karena keselamatan personel terancam, dilakukan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet,” ujar Donny.

Pangdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, menegaskan hal yang sama:

 “Saya yakini dan saya pertanggungjawabkan, tidak ada satu butir pun amunisi tajam.”

TNI AD mencatat total 14 warga menjadi korban: 1 meninggal dunia dan 13 luka-luka.

Versi Warga dan Saksi:

Sebaliknya, sejumlah warga dan saksi di lokasi memberikan keterangan berbeda.

Amran, warga Pulo Keunari yang mengaku berada di lokasi, mengatakan kepada CNN Indonesia, tembakan yang awalnya diarahkan ke udara kemudian diarahkan ke kerumunan warga.

Nurul Aini, salah seorang warga, kepada BBC News Indonesia mengatakan, ada anggota TNI yang mengeluarkan senjata pendek dan mengenai Abzalul Riza.

Di media sosial, warga juga menunjukkan benda yang disebut sebagai selongsong peluru yang ditemukan di sekitar musala, serta dinding beton yang berlubang.

Sementara itu, Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafii Beureunuen, dr. Kamaruzzaman, menyebutkan Abzalul tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia, dengan luka robek pada dada kanan atas, tidak jauh dari bahu.

Namun, pihak rumah sakit menegaskan, mereka hanya melakukan visum luar tanpa autopsi. Sehingga penyebab pasti luka tersebut belum dapat dipastikan secara medis.

Pemerintah Pusat Turun Tangan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, usai menghadiri Milad ke-65 UIN Ar-Raniry di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026), memastikan pemerintah akan membuka penyelidikan.

 “Dari pihak kita sudah sepakat untuk dilakukan satu penyelidikan atas kasus penembakan ini. Siapa yang melakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan akan dilakukan upaya penegakan hukum,” kata Yusril.

Yusril mengaku sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Menko Polkam, dan akan bertemu Pangdam Iskandar Muda.

Baca Juga  Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan Tewaskan 3 Orang, Diduga dari Jaringan Gas

Yusril juga mempersilakan Komnas HAM melakukan pemantauan dan penyelidikan independen. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, dijadwalkan tiba di Aceh Minggu (8/11/2026).

Pemerintah Aceh, melalui Juru Bicara Nurlis Effendi, juga mendesak penanganan hukum yang transparan.

 “Prinsip utamanya tetap dalam koridor perdamaian dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat,” ujar Nurlis.

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, menegaskan perbedaan pandangan soal Bendera Bulan Bintang tidak boleh berujung pada kekerasan yang mengancam nyawa.

Apa yang Masih Harus Dijawab?

Hingga Jumat (6/11/2026), tiga pertanyaan kunci masih belum terjawab:

1. Jenis proyektil apa yang menyebabkan luka di dada Abzalul Riza? Karena jenazah sudah dimakamkan tanpa autopsi, uji balistik menjadi kunci.

2. Siapa yang memerintahkan dan melepaskan tembakan? Serta bagaimana arah tembakan tersebut?

3. Apakah prosedur penggunaan kekuatan dalam pengendalian massa sudah sesuai aturan?

KontraS Aceh, FOMAPAK Aceh, dan sejumlah elemen mahasiswa mendesak dibentuk tim investigasi independen yang melibatkan Komnas HAM, LBH, mahasiswa, dan tokoh masyarakat Aceh.

MEDIALITERASI.ID masih terus berupaya meminta konfirmasi terbaru dari Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh, dan Komnas HAM, dan akan memperbarui berita ini jika ada keterangan baru.

Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, MEDIALITERASI.ID membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi semua pihak yang terkait dengan pemberitaan ini.

 

Penulis: Ayahdidien | Editor: Redaksi MEDIALITERASI.ID

Sumber: Keterangan resmi Bupati Pidie via Jubir Andi Firdhaus, TNI AD, RSUD Tgk Abdullah Syafii, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, BBC News Indonesia, CNN Indonesia, Antara.

Share :

Baca Juga

ACEH

Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan DAK 2024 di Aceh Tamiang Ditahan, Negara Rugi Rp 1,7 Miliar

BERITA

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

BERITA

Jokowi Minta Publik Ikuti Proses Hukum Terkait Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

HUKUM

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Ke-4 Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Belum Ditahan Karena Pasca-Stroke

ACEH

Groundbreaking GEUKOM Smart Greenhouse: Pembangunan Dimulai, Pertanian Modern Berbasis Gampong Mulai Dibangun

ACEH

Danrem 011/Lilawangsa: Insiden Penembakan di Tiro Pidie Masih Didalami, 1 Warga Tewas

ACEH

Satu Warga Tewas, 10 Luka-luka dalam Insiden Penembakan Saat Maulid di Tiro Pidie

HUKUM

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Dirinya