Home / BERITA

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:14 WIB

Pascabanjir Bandang, Ribuan ASN dan PPPK Gotong Royong Pulihkan Fasilitas Publik di Langkahan

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengerahkan ribuan aparatur sipil negara (ASN), PPPK ASN, dan calon PPPK paruh waktu untuk melakukan gotong royong massal pemulihan pascabanjir bandang di Kecamatan Langkahan, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM, dan difokuskan pada pembersihan fasilitas publik, lembaga pendidikan, serta fasilitas kesehatan yang terdampak banjir.

Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya mengakibatkan lumpur tebal menutup permukiman warga, sekolah, puskesmas, serta sejumlah dayah dan pesantren, sehingga mengganggu aktivitas pelayanan publik dan proses belajar mengajar.

Dalam arahannya saat apel sebelum gotong royong, Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Ayahwa menegaskan seluruh ASN disiagakan untuk turun langsung membantu masyarakat terdampak, terutama di wilayah dengan kerusakan terparah.

“Seluruh ASN kita siagakan dan kita turunkan ke lokasi terdampak, khususnya di Kecamatan Langkahan, agar proses pemulihan pascabanjir bisa berjalan lebih cepat,” ujar Ayahwa.

Baca Juga  Kapolres Aceh Tamiang Menerima Penyerahan Sepucuk Senpi AK-56 Mantan Anggota GAM

Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, gotong royong dilaksanakan secara terkoordinasi di sembilan titik utama yang dibagi ke dalam sembilan kelompok kerja. Lokasi tersebut meliputi Dayah Nurul Huda Gampong Simpang Tiga, Dayah Darul Huda Lueng Angen Gampong Krueng Lingka, Dayah Darul Aman Gampong Tanjong Dalam Selatan, Yayasan Malem Diwa (Panti Asuhan) Gampong Cot Bada, SD Negeri 4 Langkahan (Romoh Rayeuk), Puskesmas Langkahan, Puskesmas Simpang Tiga, SMP Negeri 1 Langkahan (Simpang Tiga), serta Kantor Camat Langkahan dengan melibatkan puluhan organisasi perangkat daerah (OPD) di Aceh Utara.

Gotong royong difokuskan pada pembersihan lumpur, sampah, dan material sisa banjir di lingkungan sekolah, puskesmas, perkantoran, serta dayah dan pesantren agar layanan kesehatan, pemerintahan, dan pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Muhammad Yunus, S.Hi, mengatakan pemulihan lembaga pendidikan keagamaan menjadi salah satu prioritas utama karena banjir berdampak langsung pada aktivitas santri.

Baca Juga  JKA Memanas, Sekber Sorot Kegagalan Komunikasi Pemerintah Aceh

“Hingga hari ini, sebanyak 101 dari total 211 dayah yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara sudah kembali melaksanakan proses belajar mengajar. Namun, sebagian lainnya masih terkendala lumpur tebal dan kerusakan sarana prasarana,” kata Muhammad Yunus.

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi membutuhkan dukungan alat berat seperti ekskavator untuk mempercepat pembersihan. Selain itu, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi kasur dan selimut santri, lemari pakaian, perlengkapan belajar atau pesantren kit, Al-Qur’an, serta kitab-kitab pelajaran.

Sementara itu, warga di sekitar lokasi terdampak menyambut positif keterlibatan ASN dalam gotong royong tersebut. Mereka berharap pembersihan dapat segera diselesaikan agar aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kehidupan sehari-hari kembali normal.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan upaya pemulihan pascabanjir akan terus dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi hingga seluruh fasilitas publik dan lembaga pendidikan di wilayah terdampak dapat berfungsi kembali secara optimal. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

ACEH

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi