Home / BERITA / POLITIK

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:34 WIB

Peringatan HUT ke-64: Panglima Tertinggi West Papua Army Serukan Penyatuan Arah Perjuangan di Bawah ULMWP

MEDIALITERASI.IDTOTIYO – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Manifesto Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 2025, Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA), Jenderal RR Demianus Magai Yogi, menyampaikan pernyataan resmi mengenai arah dan peta jalan perjuangan pembebasan nasional Papua Barat.

Dalam pernyataan yang memuat pendahuluan dan seruan kebangsaan itu, Magai Yogi menegaskan kembali pentingnya momentum 1 Desember sebagai pengingat perjalanan panjang perjuangan Papua Barat selama 64 tahun.

Jenderal Demianus Magai Yogi menilai bahwa perjuangan panjang sejak 1961 hingga kini telah diwarnai berbagai pengorbanan besar—mulai dari penderitaan, penahanan, pembunuhan, pengungsian, hingga perpecahan internal. Munculnya berbagai faksi dan organisasi perjuangan dinilai tidak kunjung menghasilkan capaian politik signifikan yang mampu membawa Papua Barat menuju tujuan akhirnya.

Ia menyebut berbagai deklarasi kemerdekaan, pengangkatan presiden, maupun pembentukan faksi politik di dalam dan luar negeri belum mampu menghadirkan hasil konkret bagi perjuangan nasional.

Baca Juga  Angin Kencang Rusak Tempat Usaha Warga di Jalan Lintas KKA - Benermeriah

Mengacu pada realitas tersebut, Panglima Tertinggi WPA menyerukan agar seluruh elemen perjuangan meninggalkan perbedaan dan kembali bersatu dalam satu rumah besar perjuangan, yaitu United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Dalam pernyataannya, Magai Yogi menekankan:

“Meninggalkan perbedaan, bersatu, duduk bersama, dan tunduk di bawah satu payung persatuan, yaitu ULMWP.”

WPA menegaskan sejumlah poin mengenai kedudukan ULMWP:

1. Kepemimpinan Sah
Dipimpin oleh Menasse Gebe Tabuni, Oktovianus Mote, dan Markus Haluk yang diakui berbagai unsur perjuangan baik di Papua maupun jejaring diplomatik luar negeri.

2. Rumah Resmi Bangsa Papua
ULMWP dibentuk atas kesepakatan para tokoh bangsa Papua dan didukung kuat oleh negara-negara Melanesia dan Pasifik.

Baca Juga  Perwira TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

3. Wadah Pemersatu
ULMWP disebut sebagai “perahu” atau honai resmi yang dirancang untuk menyatukan seluruh komponen dalam satu strategi perjuangan.

Menurut Magai Yogi, sejumlah negara Pasifik menunjukkan komitmen mendorong isu Papua Barat ke tingkat internasional. Namun dukungan itu disebut memiliki satu syarat utama: Bangsa Papua harus bersatu di bawah satu wadah resmi, yaitu ULMWP.

Magai Yogi menyerukan agar seluruh tokoh dan organisasi perjuangan duduk bersama untuk memperkuat posisi bersama dalam menghadapi forum regional maupun global, termasuk PBB.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sikap resmi West Papua Army mengenai peta jalan perjuangan pembebasan nasional dalam memperingati HUT ke-64 Manifesto Kemerdekaan Papua Barat. (Vull Member | Mogouda Yeimo)

Share :

Baca Juga

MANACANEGARA

Drone Houthi Sasar Makkah, Serangan Terbesar ke Arab Saudi Sejak 2022 Pecah di 4 Kota

ACEH

Pohon Lapuk di Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Soroti Respons Pemkab Aceh Timur

BERITA

Polisi Amankan Pria yang Diduga Aniaya Perempuan di Senayan City

ACEH

Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Sampaikan Dukungan Investasi kepada Komisi III DPR RI

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

BERITA

Wakapolri: Kapolri Cup II Dorong Indoor Skydiving Indonesia Mendunia

BERITA

Dua Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Curug, Polisi Sita Senjata Api Rakitan

BERITA

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah