Home / BERITA / KRIMINAL

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:44 WIB

Perwira TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Medialiterasi.id | Jakarta – Keterlibatan perwira Tentara Nasional Indonesia dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mulai terungkap. Dari empat tersangka yang ditetapkan, tiga di antaranya merupakan perwira pertama.

Markas Besar TNI mengumumkan identitas para tersangka, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Informasi tersebut disampaikan Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026).

Yusri menegaskan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan cepat, mengingat tingginya perhatian publik terhadap kasus yang melibatkan prajurit TNI, termasuk perwira.

“Kita akan bekerja semaksimal mungkin agar proses penyelidikan dapat dilakukan secepatnya secara profesional, kemudian diserahkan kepada penuntut, dalam hal ini Oditur Militer, untuk proses persidangan,” ujar Yusri.

Baca Juga  Kejari Lhokseumawe Usut Kasus Mark- Up Pengadaan Tanah Kuburan Gampong Kuta Blang

Ia juga memastikan sidang perkara digelar terbuka untuk umum.

“Persidangan di militer selama ini selalu terbuka,” tambahnya.

Sebelumnya, Yusri menyampaikan pihaknya telah menerima empat tersangka dari BAIS TNI. Para tersangka diduga terlibat langsung dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

“Tadi pagi saya menerima dari Dantim BAIS TNI empat orang yang diduga tersangka melakukan penganiayaan terhadap Saudara Andrie Yunus,” kata Yusri.

Ia menyebut para tersangka berasal dari dua matra, yakni TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

Keempat prajurit tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif di Puspom TNI. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak yang memberi perintah dalam aksi tersebut.

“Terkait perintah dari siapa, kami masih mendalami. Diperlukan pengumpulan keterangan saksi dan alat bukti,” ujar Yusri.

Baca Juga  Perkuat Sinergitas Perusahaan - Kampus, Medco E&P Malaka Terima Kunjungan Rektor Unsam

Selain menelusuri dugaan pemberi perintah, penyidik juga mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Yusri memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara transparan hingga tahap persidangan.

“Puspom TNI akan bekerja secara profesional. Kami akan menyampaikan setiap tahapan proses penyidikan, pemberkasan, hingga pelimpahan berkas kepada Oditur Militer untuk persidangan,” jelasnya.

“Percayakan kepada kami. Kami akan bertindak profesional dan transparan,” imbuh Yusri.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3) malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (EQ)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Fachrul Razi: Tragedi Tiro Bukan Soal Bendera, Tapi Soal Nyawa dan Perdamaian Helsinki

ACEH

Beda Keterangan TNI dan Warga soal Tiro, Bupati Pidie: Usut Menyeluruh dan Transparan

ACEH

Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan DAK 2024 di Aceh Tamiang Ditahan, Negara Rugi Rp 1,7 Miliar

BERITA

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

INTERNASIONAL

VEDA EGA PRATAMA DI SIRKUIT LUSAIL, QATAR – DARI ANAK ATC SAMPAI BINTANG MOTO3

BERITA

Aktivis HAM Aceh Desak Pangdam IM Evaluasi Personel TNI Terkait Insiden Tiro

BERITA

Jokowi Minta Publik Ikuti Proses Hukum Terkait Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

BERITA

Komnas HAM Selidiki Kericuhan Kenduri Maulid di Pidie yang Tewaskan Seorang Warga