MEDIALITERASI.ID | ACEH TAMIANG – Pertamina EP Rantau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, menegaskan komitmen tidak hanya pada pemenuhan energi nasional, tetapi juga pada program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Pelaksanaan program ini diawasi langsung oleh SKK Migas untuk menjamin akuntabilitas.
Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan perusahaan kini mengalihkan fokus dari sekadar bantuan sosial jangka pendek menuju program yang memberi manfaat jangka panjang. “Selain berkontribusi untuk ketahanan energi nasional, Pertamina EP Rantau berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya,” ujarnya, Senin (29/9).
Manager Community Involvement & Development PHR, Iwan Ridwan Faizal, menambahkan setiap program disusun berdasarkan kajian pemetaan sosial. Hasil kajian tersebut kemudian dituangkan ke dalam peta jalan program dengan indikator keberhasilan yang jelas. “Program selanjutnya diajukan ke SKK Migas untuk mendapat persetujuan, lalu dimonitor dan dievaluasi secara berkala,” katanya.
Pertamina EP Rantau juga melaporkan realisasi program setiap triwulan kepada Bappeda Provinsi Aceh. Transparansi tersebut menjadikan perusahaan delapan kali meraih penghargaan Proper Emas, penghargaan lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sejumlah program pemberdayaan dinilai berhasil memberikan dampak bagi masyarakat. Di antaranya Satgas Difabel Siaga Tanggap Bencana dan Berdaya (Satgas Digdaya) melalui Program Sinar Pelita yang melibatkan penyandang disabilitas dalam mitigasi bencana dan kegiatan ekonomi, serta transformasi lahan tidur 1,8 hektare menjadi kebun cabai produktif bersama Kelompok Tani Tunas Muda di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Anggota Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Tengku Rudi, mengapresiasi keterbukaan Pertamina dalam menjalankan program tanggung jawab sosial. “Program CSR telah dijalankan dengan baik oleh Pertamina. Kami mendukung agar manfaat jangka panjang terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pertamina EP Rantau menegaskan, keberhasilan program hanya dapat dicapai melalui kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pengawasan SKK Migas serta dukungan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat menjadi investasi sosial berkelanjutan bagi Aceh Tamiang. (RZ)







