Home / BERITA

Rabu, 3 September 2025 - 08:42 WIB

Petani Cot Girek Terjepit: Wereng Mengganas, Harga Gabah Merosot

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Petani di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, menghadapi ancaman kerugian ganda. Selain terancam gagal panen akibat serangan hama wereng, harga gabah kering juga mengalami penurunan yang belum terkendali.

Pantauan di lapangan pada Selasa (2/9/2025) menunjukkan, hamparan sawah yang sebelumnya hijau kini menguning. Batang padi menghitam dan sebagian roboh sebelum dipanen, sementara bulir padi banyak yang kosong sehingga hasil panen diperkirakan jauh dari target.

“Sejak awal tanam, padi kami sudah diganggu hama. Disemprot obat pun tidak tertolong. Sekarang paling parah, padinya kering padahal sebentar lagi panen,” ujar Syahrul, petani setempat.

Keluhan senada disampaikan M. Reza Vahlepi. Menurutnya, musim tanam kali ini menjadi yang terberat karena serangan wereng disertai hama tikus dan burung, sementara biaya produksi meningkat akibat mahalnya pupuk dan pestisida.

Baca Juga  PTPN I Regional 1 Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir di Deli Serdang dan Langkat

“Kalau kondisi seperti ini terus, kami bukan hanya gagal panen, tapi juga rugi besar. Modal sudah habis, harga pupuk mahal, sementara harga gabah dikhawatirkan jatuh di bawah Rp6.500 per kilogram,” kata Vahlepi.

Sebelumnya, harga gabah kering di Aceh Utara sempat mencapai Rp7.000 per kilogram. Namun petani khawatir harga jual ditekan lebih rendah di lapangan, meski pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Kami minta pemerintah memastikan harga sesuai ketetapan sampai ke tingkat petani. Jangan biarkan permainan harga di bawah merugikan kami yang sudah susah karena hama,” tegas Syahrul.

Baca Juga  Unit Laka Satlantas Polres Aceh Timur Olah TKP Kecelakaan di Nurussalam Yang Mengakibatkan Seorang Pelajar Meninggal Dunia

Selain kepastian harga, petani Cot Girek berharap pemerintah membuka akses asuransi pertanian sebagai jaminan saat gagal panen. Mereka juga mendesak adanya penyuluhan rutin, subsidi pupuk dan pestisida, serta pemantauan intensif terhadap serangan hama wereng.

Serangan wereng yang melanda Cot Girek disebut menjadi salah satu penyebab turunnya produktivitas beras di Aceh Utara. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus menekan dampak serangan hama.

“Kalau harga gabah bisa dijaga stabil, setidaknya kerugian petani bisa ditekan. Jangan sampai dibiarkan, karena pangan daerah juga bergantung pada hasil sawah ini,” pungkas Vahlepi. (Syahrul Usman)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Literasi Putusan MK: Denny Indrayana Persoalkan Ijazah SMA Gibran, KPU Akui Tak Verifikasi Penyetaraan

ACEH

VIRAL! Pengacara Aceh Ingatkan Seluruh Lelaki: Kasih Nafkah ke Istri Wajib Minta Kwitansi atau Bukti Transfer

BERANDA

Manuver Balasan Netanyahu: Siapkan Aduan ke ICC untuk Jerat Erdogan soal Pelanggaran HAM Kurdi

ACEH

Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pengacara untuk Keluarga

ACEH

Kantor PT Bumi Flora di Aceh Timur Dibakar Massa, Kerugian Miliaran – Perusahaan Lapor Polisi

ACEH

Resmi! Persiraja Banda Aceh Tunjuk Muhammad Ridwan Sebagai Pelatih Kepala Baru

ACEH

Bangunan di Kompleks PT Bumi Flora Aceh Timur Terbakar, Polisi Turun ke Lokasi

BERANDA

Situasi di PT Bumi Flora Memanas, Konflik 36 Tahun Kembali Pecah Jelang Perpanjangan HGU