MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat pendidikan menengah Kota Lhokseumawe resmi digelar selama dua hari, 1–2 Juli 2025, bertempat di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe. Selasa (01/07/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasubbag TU Cabang Dinas, Jamaluddin, S.Pd., MM.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia FLS2N 2025, Murtala T., S.Sos., M.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa FLS2N bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga ruang pembinaan karakter, kreativitas, dan kolaborasi bagi generasi muda.
“FLS2N adalah panggung lahirnya karakter unggul. Melalui seni, peserta belajar menghargai perbedaan, membangun jejaring positif, dan mengenali budaya bangsa sejak dini,” ujar Murtala.
Dengan mengusung tema “Talenta Berkembang, Bangsa Menguat”, FLS2N tahun ini menjadi bagian dari implementasi Desain Besar Manajemen Talenta Nasional dan turut mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Sebanyak 185 peserta dari 17 sekolah di Lhokseumawe terdiri dari 10 SMA, 1 MAN, dan 6 SMK mengikuti lomba dalam berbagai cabang seni, antara lain musik, tari, baca puisi, desain poster, dan penulisan cerpen. Setiap peserta didampingi oleh guru pembimbing dan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari kalangan seniman, budayawan, dan akademisi.
Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan, sementara pemenang akan memperoleh trofi dan uang pembinaan yang disalurkan melalui Bank Aceh.
Dalam cabang lomba penulisan cerpen, juri Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan dosen dan penulis, menyampaikan bahwa menulis cerpen dapat menjadi sarana ekspresi sekaligus refleksi sosial.
“Menulis cerpen adalah bentuk terapi batin dan kritik sosial. Di balik setiap cerita, ada suara hati yang ingin didengar,” ujar Juni.
Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi lahirnya penulis muda dari Lhokseumawe yang berkontribusi dalam literasi nasional.
Selain sebagai ajang kompetisi, FLS2N 2025 menjadi ruang pertemuan dan pembelajaran lintas sekolah. Nilai-nilai seperti sportivitas, toleransi, dan kebhinekaan menjadi bagian dari proses yang dijalani para peserta selama kegiatan berlangsung.
Panitia berharap, melalui kegiatan ini, talenta-talenta muda dari Lhokseumawe dapat tampil di ajang yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional, serta berperan sebagai agen perubahan yang menjadikan seni sebagai bagian dari identitas dan kekuatan bangsa. (JA)







